Angkasa Pura I: Libur Imlek, Jumlah Penumpang Turun 66 Persen
TEMPO.CO | 16/02/2021 19:41
Menparekraf Sandiaga Uno (kanan) didampingi Direktur Teknik PT Angkasa Pura I (Persero) Lukman F. Laisa (kedua kanan) meninjau area Terminal Domestik Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Ahad, 27 Desember 2020. ANTARA/Fikri Yusuf
Menparekraf Sandiaga Uno (kanan) didampingi Direktur Teknik PT Angkasa Pura I (Persero) Lukman F. Laisa (kedua kanan) meninjau area Terminal Domestik Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Ahad, 27 Desember 2020. ANTARA/Fikri Yusuf

TEMPO.CO, Jakarta - PT Angkasa Pura I mencatat pada libur panjang imlek (12 Februari 2021 -14 Februari 2021) sebanyak 180.467 pergerakan penumpang di 15 bandara kelolaan atau turun hingga 66 persen.  

VP Corporate Secretary PT Angkasa Pura I Handy Heryudhitiawan mengatakan kinerja tersebut tercatat drastis tersebut jika dibandingkan pada periode libur panjang Imlek 24 Januari 2020 -26 Januari 2020 yang melayani hingga 541.798 penumpang.

“Penurunan ini selain diakibatkan oleh kebijakan PPKM yang berlaku di Jawa Bali juga karena telah memasuki periode low season,” ujarnya kepada Bisnis.com, Selasa 16 Februari 2021.

Dia melanjutkan dengan melihat tren pergerakan penumpang dalam kondisi low season serta masih berlakunya beberapa kebijakan yang mempengaruhi perjalanan penumpang di masa pandemi Covid-19, masih memproyeksikan  dapat melayani hingga 6 juta penumpang di kuartal I/2021.

Menghadapi kuartal I/2021, AP I secara jangka pendek akan menopang kinerja bisnis melalui pendirian Angkasa Pura I Health Center, pemanfaatan lahan tak terpakai, dan sinergi anak perusahaan sebagai kendaraan untuk memperluas portofolio bisnis perusahaan.

Saat ini, Angkasa Pura I Health Center sendiri dirancang untuk menjadi layanan one stop fasilitas kesehatan di bandara. 

Hal itu mencakup layanan yang terdiri dari vaksinasi, tes Covid-19, penyediaan APD, apotek, dan layanan konsultasi dokter.

Sebaliknya, sebagian lahan tak terpakai yang dimiliki perusahaan nantinya akan dikembangkan menjadi activity theme park  dan sebagian lagi akan dimanfaatkan untuk mendukung Program Food Estate atau lumbung pangan dari pemerintah. 

“Adapun pengembangan portofolio bisnis anak perusahaan mencakup inovasi layanan catering, layanan hospitality premium di bandara, pusat sertifikasi kesehatan [health certification center], creative merchandising, penyewaan area, dan collaborative logistic,” ujarnya.

Sekretaris Jenderal INACA Bayu Sutanto mengatakan sulit untuk meramalkan strategi yang tepat bagi maskapai dalam kondisi pandemi Covid-19 untuk mengejar target penumpang. “Kalau dari statistik kan memang semua sudah tahu ya, nggak ada peak season. Kami tunggu sampai dengan vaksinasi masal selesai dan penularan Covid juga selesai,” ujarnya.

BACA: AP I Bandara Yogyakarta Siapkan Lokasi Karantina dan Transportasi Sambut WNA


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT