Jalan Layang Purwosari yang Telan Anggaran Rp 114,2 M Mulai Dibuka untuk Umum
TEMPO.CO | 13/02/2021 17:13
Pekerja menyelesaikan pembangunan jalan layang Purwosari jalan Slamet Riyadi, Surakarta, Jawa Tengah, Rabu, 29 Juli 2020. Jalan Layang Purwosari senilai Rp 104,6 miliar yang bersumber dari APBN dan ditargetkan akan selesai Desember 2020 mendatang. Tempo//
Pekerja menyelesaikan pembangunan jalan layang Purwosari jalan Slamet Riyadi, Surakarta, Jawa Tengah, Rabu, 29 Juli 2020. Jalan Layang Purwosari senilai Rp 104,6 miliar yang bersumber dari APBN dan ditargetkan akan selesai Desember 2020 mendatang. Tempo//Bram Selo Agung Mardika

TEMPO.CO, Jakarta - Jalan layang Purwosari Solo mulai dibuka untuk umum mulai pukul 12.00 WIB, setelah diresmikan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dan Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo, Sabtu, 13 Februari 2021.

Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga PUPR Hedy Rahadian mengatakan pembangunan jalan layang tersebut menghabiskan anggaran sebesar Rp 114,2 miliar. "Jalan layang tersebut, sepanjang 700 meter dengan konstruksi jembatan layang 198 meter. Flyover ini dibangun selama 14 bulan," katanya di sela peresmian jalan layang tersebut.

Ia mengatakan awalnya pembangunan jalan layang ditargetkan selesai pada Desember 2020. Namun, karena adanya pandemi Covid-19, target dilonggarkan menjadi April 2021.

"Alhamdulillah selesai dua bulan lebih cepat dari target tersebut," katanya.

Ia mengatakan pembangunan jalan layang tersebut menerapkan teknologi mortar busa yang ramah lingkungan. "Teknologi ini ramah lingkungan. Material konstruksi berbahan alam, teknologi ini juga sudah diterapkan di jalan layang Antapani, Bandung," katanya.

Ia mengatakan jalan layang tersebut dibangun untuk meminimalisasi kecelakaan pada perlintasan sebidang. Selain itu, untuk mengurai kemacetan yang biasanya terjadi di area Stasiun Purwosari.

Untuk lebih memberikan khas Kota Solo, dibangun pula ilustrasi tarian gambyong atau tarian selamat datang. Selain itu, disematkan motif batik, seperti kawung, ceplok, dan kelereng.

"Ini sekaligus sebagai sarana edukasi kepada masyarakat yang ada di Kota Surakarta," katanya soal jembatan layang Purwosari Solo.

ANTARA

Baca juga: PUPR: Jalan Layang Purwosari Solo Rampung Desember 2020


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT