Joe Biden Klaim Kena Tipu Donald Trump Soal Vaksin COVID-19
TEMPO.CO | 12/02/2021 14:50
Presiden AS Joe Biden berbicara tentang rencana pemerintahannya untuk memperkuat manufaktur Amerika selama penampilan singkat di South Court Auditorium di Gedung Putih di Washington, AS, 25 Januari 2021. [REUTERS / Kevin Lamarque]
Presiden AS Joe Biden berbicara tentang rencana pemerintahannya untuk memperkuat manufaktur Amerika selama penampilan singkat di South Court Auditorium di Gedung Putih di Washington, AS, 25 Januari 2021. [REUTERS / Kevin Lamarque]

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Amerika Joe Biden mengaku kelimpungan menangani kampanye vaksinasi COVID-19. Dikutip dari Channel News Asia, ia mengatakan program vaksinasi COVID-19 yang ditinggalkan pendahulunya, Donald Trump, lebih buruk dibanding ya ia kira.

"Kita tidak akan mampu untuk memperbaiki semuanya dalam waktu cepat, namun kami akan berusaha...Kami telah ditipu soal ketersediaan suplai vaksin COVID-19," ujar Joe Biden dalam pidatonya di Institut Kesehatan Nasional, Kamis waktu setempat, 11 Februari 2021.

Joe Biden menjelaskan, situasinya sekarang adalah Amerika kekurangan vaksin COVID-19 untuk warga-warganya. Walaupun pemesanan sudah dilakukan, hal tersebut belum mencukupi jumlah yang perlu divaksin. Di saat bersamaan, jumlah kasus dan kematian terus bertambah.

Donald Trump, kata Joe Biden, antara tidak mengantisipasi atau tidak memikirkan situasi Amerika saat ini yang kian buruk. Menurutnya, seharusnya Donald Trump memesan lebih banyak vaksin, memastikannya terdistribusi, dan membujuk warga untuk mau divaksinasi.

"Meski para peneliti kita sudah bekerja menemukan vaksin, pendahulu saya, jujur saja, tak menjalankan tugasnya. Ia tidak mempersiapkan Amerika untuk menghadapi tantangan vaksinasi ratusan juta orang," ujar Joe Biden. 

Untuk memastikan program vaksinasi tetap berjalan, Joe Biden menyatakan pemerintahannya telah memesan lagi 200 juta dosis vaksin COVID-19. Rinciannya, 100 juta dosis dari Moderna dan 100 juta dosis dari Pfizer. Target ia, di bulan Juli setidaknya sudah ada 300 juta dosis vaksin tersedia.

"Kami sekarang sudah membeli cukup vaksin untuk seluruh warga Amerika (330 juta orang)," ujar Joe Biden menegaskan.

Presiden AS Donald Trump melambai ketika dia tiba di Bandara Internasional Palm Beach di West Palm Beach, Florida, AS, 20 Januari 2021. [REUTERS / Carlos Barria]


Per berita ini ditulis, Amerika masih menjadi episentrum COVID-19 di dunia. Mereka mencatat 28 juta kasus dan 486 ribu kematian akibat COVID-19. Dengan kondisi pandemi sekarang, berikut penanganannya, Joe biden memperkirakan jumlah korban akan menyentuh angka 500 ribu pada Maret.

Saat Donald Trump masih menjabat sebagai Presiden Amerika, ia membangga-banggakan program Operation Warp Speed yang ditujukan untuk pengadaan, distribusi, dan penyuntikan vaksin COVID-19. Ia berkata bahwa penemuan vaksin COVID-19 adalah berkat jasanya.

Ia pun memprotes ketika vaksinasi baru dimulai menjelang masa berakhir pemerintahannya. Menurut dia, hal itu disengaja agar ia tak diuntungkan dalam Pilpres Amerika November 2020.

Belakangan terungkap bahwa vaksinasi yang berjalan tidak sesuai target yang ditetapkan yaitu 20 juta orang per Desember 2020. Dari angka itu, hanya 3 juta orang yang berhasil divaksinasi per 31 Desember 2020.

Per 20 Januari 2021, ketika Joe Biden mulai memimpin, hanya 16,5 juta orang yang sudah disuntik vaksin COVID-19. Angka tersebut kalah jauh dari Inggris, Uni Emirat Arab, maupun Israel yang berhasil memvaksin 35 juta orang dalam waktu singkat.

Baca juga: Joe Biden Telepon Xi Jinping, Ini Isi Pembicaraan Mereka

ISTMAN MP | CHANNEL NEWS ASIA


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT