Sebut Penanganan Pandemi Mulai Membaik, Satgas Covid-19: Tapi Jangan Puas Diri
TEMPO.CO | 05/02/2021 00:07
Warga melintas di terowongan Kendal, Jakarta, Rabu, 3 Februari 2021. Pemprov DKI Jakarta sedang mempertimbangkan penerapan lockdown akhir pekan guna menanggapi kegagalan PPKM dan menekan penyebaran wabah COVID-19. TEMPO/Muhammad Hidayat
Warga melintas di terowongan Kendal, Jakarta, Rabu, 3 Februari 2021. Pemprov DKI Jakarta sedang mempertimbangkan penerapan lockdown akhir pekan guna menanggapi kegagalan PPKM dan menekan penyebaran wabah COVID-19. TEMPO/Muhammad Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta -Ā Satuan Tugas Penanganan atau SatgasĀ Covid-19 mengatakan penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia belakangan ini berkembang ke arah yang lebih baik. Meski begitu, Satgas meminta masyarakat tak langsung berpuas diri.

"Kita tidak boleh terlalu cepat berpuas diri mengingat dalam upaya 3T, masih ada 2 aspek lain yang harus kita perhatikan yaitu testing dan tracing," kata juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito, Kamis, 4 Februari 2021.

Hingga hari ini, Wiku mengatakan angka pasien sembuh harian yang terus meningkat hingga mencapai lebih dari 12 ribu orang per hari. Sedangkan jumlah pasien sembuh kumulatifnya sudah melebihi 900 ribu orang atau persentasenya 81,5 persen dari total 1,1 juta orang yang pernah terkonfirmasi positif.

Wiku mengapresiasi para tenaga kesehatan. Ia mengatakan angka kesembuhan yang tinggi ini, merupakan cerminan dari kinerja para tenaga kesehatan yang setiap hari menangani pasien Covid-19.

Baca juga: Satgas Covid-19 Perkuat Pos Komando Penanganan Pandemi di Kecamatan

"Saya mengajak masyarakat Indonesia untuk mengucapkan terimakasih yang setinggi-tingginya, kepada para tenaga kesehatan di Indonesia. Semoga para tenaga kesehatan selalu sehat dan tetap bersemangat dalam menjalankan tugas," Wiku.

Karena melihat upaya 3T, yaitu testing (pemeriksaan), tracing (pelacakan) dan treatment (perawatan) masih harus mengejar 2 aspek lagi, yaitu pada testing dan tracing. Hal ini harus diperhatikan agar penanganan Covid-19 bisa maksimal.

"Kekurangan dalam testing dan tracing, berpotensi memberatkan usaha treatment. Semoga angka kesembuhan yang cukup tinggi ini dapat dijadikan motivasi bagi kita semua, untuk terus memasifkan upaya 3T sehingga menekan kasus aktif dan menekan kematian akibat Covid-19," kata juru bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT