Saham MNC Investama Milik Hary Tanoe Melejit Usai Konversi Utang Diumumkan
TEMPO.CO | 01/02/2021 12:47
Pergerakan Index Harga Saham Gabungan pada layar monitor di Jakarta, Jumat, 6 November 2020. Indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (6/11/2020) di tengah kenaikan bursa global yang menyambut Pilpres AS 2
Pergerakan Index Harga Saham Gabungan pada layar monitor di Jakarta, Jumat, 6 November 2020. Indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (6/11/2020) di tengah kenaikan bursa global yang menyambut Pilpres AS 2020. Tempo/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Saham PT MNC Investama Tbk. terpantau menguat usai pengumuman rencana konversi utang perusahaan senilai US$ 231 juta atau sekitar Rp 3,24 triliun disetujui oleh Pengadilan Tinggi Singapura. Hingga berita ini ditayangkan, perusahaan dengan kode saham BHIT itu telah melonjak lebih dari 11 persen. 

Data Bloomberg menunjukkan saham MNC Investama dibuka menguat 3 poin ke level 56 pada hari ini. Sempat menguat ke level 62, pada pukul 10.35 WIB harga saham BHIT terpantau naik 13,21 persen ke level 60. Saat ini, saham perusahaan tersebut terpantau masih menguat 11,32 persen ke level 59.

Total perdagangan saham BHIT mencapai 164 juta lembar dengan nilai transaksi Rp 9,56 miliar. Investor asing mencatat aksi jual bersih sebesar Rp 1,81 miliar. 

Berdasarkan keterangan resmi MNC Investama, Pengadilan Tinggi Singapura pada 29 Januari 2021 telah menyetujui exchange offer perseroan kepada pemegang obligasi senilai US$ 231 juta atau sekitar Rp 3,24 triliun (asumsi kurs Rp 14.029 per dolar AS). Ada dua opsi yang ditawarkan, yaitu konversi menjadi saham baru atau obligasi baru. 

Pemegang Obligasi dapat memilih saham baru dalam waktu dua bulan sejak tanggal efektif skema, sedangkan untuk pilihan obligasi baru diberikan waktu hingga enam bulan dari tanggal efektif skema.

MNC Investama telah mendapatkan konfirmasi bahwa sedikitnya  65 persen pemegang obligasi akan mengkonversi obligasi menjadi saham. Saham baru akan diterbitkan oleh emiten bersandi BHIT itu dalam waktu 12 bulan dari tanggal efektif. 

Pemegang obligasi bisa menukar kepemilikan obligasi dengan saham baru BHIT dengan nilai tukar 8,26 juta per US$ 100.000 dari jumlah pokok 0bligasi (setara dengan harga konversi Rp 173 per saham dengan menggunakan kurs Rp 14.302 per dolar AS).

Konversi utang menjadi saham akan menurunkan sisa utang induk perseroan, dari US$ 231 juta menjadi US$ 81 juta maksimal atau turun sekitar 65 persen. Sementara ekuitas induk akan meningkat dari Rp 12,2 triliun menjadi tidak kurang dari Rp 14,5 triliun, naik 18,1 persen, sehingga book value per share Rp 196.

Direktur Utama MNC Investama Darma Putra mengatakan perseroan akan diuntungkan dari pengurangan utang itu yakni biaya keuangan yang mengecil. Sebaliknya, setelah dikonversi menjadi saham, permodalan BHIT akan lebih solid.

Artinya, dengan konversi utang tersebut, kata Darma, MNC Investama dapat tumbuh lebih cepat dan bergerak maju dengan rencana digitalisasi di semua unit bisnis. "Ini pada akhirnya akan menguntungkan semua pemangku kepentingan,” ujarnya.

BISNIS

Baca: Pengadilan Tinggi Singapura Setujui Konversi Utang Perusahaan Hary Tanoe 3,24 T

 

REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT