Tinjau Renovasi Sarinah, Menteri PUPR: Perhatikan Estetika Bangunan
TEMPO.CO | 30/01/2021 18:25
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (tengah) meninjau proyek taman di Komplek GBK,Senayan, 10 Mei 2018. Basuki Hadimoeljono telah memberikan janjinya untuk segera menyelesaikan seluruh arena pertandingan. TEMPO/Fakhri Hermansyah
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (tengah) meninjau proyek taman di Komplek GBK,Senayan, 10 Mei 2018. Basuki Hadimoeljono telah memberikan janjinya untuk segera menyelesaikan seluruh arena pertandingan. TEMPO/Fakhri Hermansyah

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono didampingi Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Diana Kusumastuti meninjau proses pemugaran/renovasi Gedung Sarinah Thamrin, Jakarta, pada Jumat, 29 Januari 2021.

Dalam tinjauan tersebut, Basuki dipandu oleh Direktur Operasi III PT. Wijaya Karya Sugeng Rochadi meninjau lokasi renovasi termasuk sebuah karya seni rupa patung relief yang menjadi bagian cagar budaya yang dibuat oleh kelompok seniman Yogyakarta pada masa konstruksi Gedung Sarinah 1962-1966.

Dalam tinjauan itu, Basuki berpesan agar kualitas pondasi dan tiang gedung lama dalam pekerjaan renovasi diperhatikan untuk menjamin keamanan bangunan. "Agar juga lebih diperhatikan hasil estetika bangunannya," Menteri Basuki dalam keterangan tertulis, Sabtu, 30 Januari 2021.

Sebagai bentuk transformasi, Gedung Sarinah akan mengubah konsep desain menara dan podium kepada bentuk aslinya. Namun secara fungsi, gedung tersebut dirancang sebagai smart dan green building atau gedung pintar dan hijau yang dilengkapi dengan tempat area berkumpul dan penyediaan co-working space yang modern.

Direktur Operasi III PT Wijaya Karya Sugeng Rochadi mengatakan, untuk memastikan keamanan bangunan sebelum direnovasi, pihak kontraktor telah menggandeng tim independen dari beberapa tenaga ahli untuk memastikan konstruksi ini yang layak dikembangkan.

“Setelah dilakukan pengujian struktur bangunan yang mengacu kepada SNI terbaru, maka baru masuk tahap renovasi/rekondisi. Dalam pekerjaan di lapangan ada beberapa perkuatan, baik itu pondasi maupun struktur kolom penyangga,” jar Sugeng.

Sugeng menambahkan, karena ini salah satu cagar budaya maka bentuk bangunan asli termasuk karya seni rupa patung relief akan dijaga keasliannya. “Transformasi Sarinah ini bertujuan untuk membangun Sarinah dengan dimensi gaya lama dengan menjaga keasliannya, namun dengan estetika kekinian agar menjadi ikon ke depannya,” tuturnya.

Ia menambahkan, untuk dapat menjadi ikon terkini maka diperlukan tambahan sarana prasarana yang memudahkan pengunjung untuk datang ke Sarinah. Salah satunya, dengan rencana penambahan area parkir basement sebanyak dua lantai. Juga akan ada tambahan mezanin sebanyak dua lantai dan untuk casing/facadenya akan diubah ke kondisi asli tampilan pada waktu pertama kali dibangun pada tahun 1960-an.

Ditargetkan proses renovasi keseluruhan Gedung Sarinah yang telah dimuali sejak akhir Juli 2020 akan selesai pada November 2021. Proses pemugaran tersebut diperkirakan membutuhkan biaya sekitar Rp 700 miliar.

BACA: PUPR Jelaskan Tanah Tommy Soeharto di Proyek Tol Desari Berstatus Lahan Sengketa

CAESAR AKBAR


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT