Pelatihan bagi Pemulung, Risma Datangkan Instruktur dari Surabaya Hotel School
TEMPO.CO | 28/01/2021 00:09
Menteri Sosial Tri Rismaharini memberikan keterangan di depan awak media saat mengantarkan pemulung bekerja di PT Waskita Karya di Kantor proyek Tol Becakayu Seksi 2A Ujung, Jalan Mayor Hasibuan, Bekasi Selatan, Kota Bekasi Kamis, 21 Januari 2021. Sebanya
Menteri Sosial Tri Rismaharini memberikan keterangan di depan awak media saat mengantarkan pemulung bekerja di PT Waskita Karya di Kantor proyek Tol Becakayu Seksi 2A Ujung, Jalan Mayor Hasibuan, Bekasi Selatan, Kota Bekasi Kamis, 21 Januari 2021. Sebanyak 15 orang dipekerjakan di proyek jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu atau Tol Becakayu. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

TEMPO.CO, Bekasi - Menteri Sosial Tri Rismaharini alias Risma mendatangkan sembilan orang instruktur dari Surabaya Hotel School untuk memberi pelatihan bagi pemulung di Balai Karya Pangudi Luhur Bekasi. Pelatihan ini untuk memberi bekal kepada para pemulung agar dapat membuka sentra produksi dan kuliner.

"Kegiatan ini bertujuan untuk memotivasi Penerima Manfaat supaya pandai atau pintar mengolah makanan secara baik dan benar, sehingga mereka nantinya akan mempunyai bekal dan ilmu yang cukup untuk membuat usaha kuliner secara mandiri," kata Risma dalam rilis di Jakarta, Rabu 27 Januari 2021.

Pelatihan tersebut dilaksanakan selama enam hari, mulai 26 hingga 31 Januari 2021 di Gedung Serba Guna Balai Karya Pangudi Luhur Bekasi. Selain pemulung yang berada di balai karya Bekasi, pelatihan memasak itu juga diikuti dua orang PMKS dari Balai Karya Mulya Jaya Jakarta.

Kementerian Sosial akan membuka sentra produksi dan kuliner yang terdiri dari tiga jenis, yaitu rumah makan, pujasera dan kafe. Pusat kuliner ini akan menjadi tempat makan baik bagi pegawai Kemensos maupun masyarakat umum.

Kepala Balai Karya Pangudi Luhur Bekasi Kokom Komalawati mengatakan kegiatan ini bertujuan agar Penerima Manfaat dan Pembimbing di Balai Karya Pangudi Luhur Bekasi dan Balai Karya Mulya Jaya Jakarta pintar memasak baik untuk kalangan atas maupun bawah.

"Ilmu yang sudah didapat agar dapat dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari sekaligus bisa menambah pendapatan ekonomi," kata Kokom.

Baca juga: Difasilitasi Mensos Risma, Ini Gaji Para Eks Pemulung di Perusahaan BUMN

Mensos Risma berharap dengan pelatihan ini, warga terlantar yang bisa mandiri, mengubah cara berpikir, mengubah perilaku melalui Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) yang dikembangkan di Balai.



REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT