Kasus Covid-19 Tembus Satu Juta, Begini Perjalanan Virus Corona di Indonesia
TEMPO.CO | 27/01/2021 04:16
Ilustrasi peneliti berupaya menciptakan vaksin virus corona Covid-19. ANTARA/Shutterstock/am.
Ilustrasi peneliti berupaya menciptakan vaksin virus corona Covid-19. ANTARA/Shutterstock/am.

TEMPO.CO, JakartaKasus Covid-19 di Indonesia menembus angka satu juta pada Selasa, 26 Januari 2021. Dengan jumlah itu, kini Indonesia menempati urutan ke-19 negara dengan jumlah kasus Covid-19 terbanyak di dunia. Sementara di Asia, Indonesia menempati urutan ke-4.

Merespons rekor baru itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin berjanji kementeriannya akan bekerja lebih keras. "Kami di Kementerian Kesehatan akan bekerja keras, sangat keras untuk memastikan bahwa program testing, program tracing atau pelacakan, dan program isolasi kita bisa lakukan dan kita eksekusi dengan baik," kata Budi melalui tayangan YouTube Sekretariat Presiden.

Baca juga: Kasus Covid-19 Tembus Satu Juta, Menkes Budi Gunadi: Kita Harus Merenung

Berikut adalah perjalanan kasus Covid-19 di Indonesia hingga menyentuh angka satu juta.

-Masa Penyangkalan

Pemerintah Indonesia sempat berada pada masa penyangkalan bahwa Covid-19 akan masuk ke Indonesia. Sejumlah pejabat, mengeluarkan guyonan terhadap virus yang mulai merebak ke seluruh dunia saat itu. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia misalnya. Dalam sebuah acara akhir Februari 2020, dia mengatakan virus Corona belum masuk Indonesia karena izinnya susah. "Katanya virus corona enggak masuk ke Indonesia karena izinnya susah,” kata dia pada 24 Februari 2020.

Menteri Kesehatan saat itu, Terawan Agus Putranto tak mau kalah. Pada 15 Februari 2020, dia mengatakan warga Indonesia bebas dari virus karena faktor imunitas dan doa.

-Kasus Pertama

Kasus pertama terkonfirmasi Covid-19 pertama kali diumumkan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara pada 2 Maret 2020. Saat itu, seorang ibu dan anak warga Depok tertular Covid-19 dari warga negara Jepang. Mereka langsung dirawat di Rumah Sakit Sulianti Saroso, Jakarta. Setelah kasus pertama, jumlah orang yang tertular Covid-19 terus meningkat. Pada November 2020, kasus Covid-19 di Indonesia tercatat telah mencapai 500 ribu orang.

-PSBB

Untuk mencegah penyebaran Covid-19, pemerintah menerapkan pembatasan sosial berskala besar pada April 2020. Dalam pelaksanaannya, PSBB diterapkan sesuai dengan provinsi. Provinsi DKI Jakarta menjadi salah satu yang menerapkan kebijakan PSBB ketat dengan ketentuan misalnya bekerja dari rumah dan pembelajaran jarak jauh untuk siswa. Setelah beberapa bulan diberlakukan, Pemda DKI mengubah PSBB ketat menjadi PSBB transisi. Namun, pada awal September 2020 Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menarik rem darurat dengan kembali menerapkan PSBB ketat karena jumlah penderita Covid-19 yang terus naik. Di awal Januari tahun ini, pemerintah pusat kembali menerapkan PSBB ketat yang diberi nama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM di Jawa dan Bali. PPKM telah diberlakukan hingga jilid II.

-Satu Juta Orang

Kasus positif Covid-19 bertambah 13.094 orang pada hari ini, Selasa, 26 Januari 2021. Tambahan itu membuat total kasus positif di Indonesia tembus 1.012.350 orang. Jumlah orang sembuh juga bertambah menjadi 10.868, terbanyak sepanjang pandemi. Sementara orang yang meninggal juga bertambah 28.468 orang. Jumlah suspek Covid-19 mencapai 82.156 orang, sementara spesimen yang diperiksa hari ini hanya 75.194 spesimen.

-Janji Budi

Menanggapi satu juta orang yang terinfeksi Covid-19, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin berjanji akan melakukan testing, tracing dan treatment dengan lebih baik. "Kami di Kementerian Kesehatan akan bekerja keras, sangat keras untuk memastikan bahwa program testing, program tracing atau pelacakan, dan program isolasi kita bisa lakukan dan kita eksekusi dengan baik," kata Budi melalui tayangan YouTube Sekretariat Presiden. Budi mengatakan tindakan yang lazim disebut 3 T itu akan mengurangi laju penularan virus. Selain itu, dia juga akan menyediakan tempat isolasi yang nyaman bagi pasien. Dengan begitu, dia yakin angka kesembuhan bisa ditingkatkan.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT