Selandia Baru Konfirmasi Kasus Covid-19 Domestik Pertama Sejak November
TEMPO.CO | 25/01/2021 12:00
Seorang pria berjalan melewati tanda jarak sosial pada hari pertama tindakan pengamanan penyakit virus corona (COVID-19) yang mewajibkan penggunaan masker pada transportasi umum, di Auckland, Selandia Baru, 31 Agustus 2020.[REUTERS / Fiona Goodall]
Seorang pria berjalan melewati tanda jarak sosial pada hari pertama tindakan pengamanan penyakit virus corona (COVID-19) yang mewajibkan penggunaan masker pada transportasi umum, di Auckland, Selandia Baru, 31 Agustus 2020.[REUTERS / Fiona Goodall]

TEMPO.CO, Jakarta - Selandia Baru pada Senin mengkonfirmasi kasus Covid-19 pertama dalam negeri dalam tiga bulan terakhir.

Seorang perempuan berusia 56 tahun dikonfirmasi positif Covid-19 yang baru saja kembali dari perjalanan luar negeri, namun sejauh ini semua kontak dekatnya dites negatif.

Perempuan itu, yang kembali ke Selandia Baru pada 30 Desember, telah dites positif mengidap varian baru Covid-19 yang muncul di Afrika Selatan setelah meninggalkan karantina wajib selama dua minggu, di mana dia dua kali dinyatakan negatif, kata menteri gugus tugas penanggulangan Covid-19 Chris Hipkins, dikutip dari Reuters, 25 Januari 2021.

Tidak ada kasus dalam masyarakat lain yang dilaporkan sejak kasus perempuan itu diungkapkan pada hari Minggu, dan pihak berwenang mengatakan sumber infeksi mungkin adalah sesama orang yang kembali di fasilitas karantina.

Pihak berwenang sedang memeriksa apakah virus itu menyebar melalui sistem ventilasi dan pendingin udara di fasilitas ini, kata Hipkins.

Kepala Kesehatan Selandia Baru Ashley Bloomfield mengatakan 15 orang telah diidentifikasi sebagai kontak dekat perempuan itu dan sedang dihubungi.

Namun, kontak terdekatnya, suami dan penata rambutnya, menunjukkan hasil negatif.

Perempuan itu, yang tinggal di Northland di Pulau Utara Selandia Baru, dikarantina setibanya di fasilitas isolasi terkelola di Auckland tempat beberapa kasus Covid-19 yang sangat ganas telah dicatat di fasilitas karantina dalam beberapa pekan terakhir.

Pelanggan dan staf di salah satu kedai kafe di Selandia Baru, untuk pertama kali menikmati kebebasan sosial setelah semua peraturan terkait virus corona (Covid-19) dicabut oleh pemerintah, Nelson, Selandia Baru, 9 Juni 2020.[REUTERS]

Radio NZ melaporkan, polisi mengawasi antrean panjang di pusat pengujian baru di Northland, untuk menjalani tes dan mencari tahu apakah Covid-19 telah menyebar di lingkungan mereka.

Di Marsden Point dekat Ruakaka, antrean panjangnya lebih dari satu kilometer.

Supermarket dan toko umum kota termasuk di antara 29 bisnis yang dikunjungi oleh pasien Covid-19 yang berpotensi menular, dan mereka tutup pagi ini untuk pembersihan menyeluruh.

Warga Ruakaka, Ann Skinner, mengatakan bahwa dia merasa sedih terhadap orang-orang dan bisnis yang terpengaruh.

"Ini berdampak besar. Hanya ada satu (supermarket) dan melayani area yang cukup besar. Jadi mungkin akan ada cukup banyak orang yang pergi tanpa belanjaan hari ini."

Baca juga: Geger Perempuan di Selandia Baru Tewas Diduga Diserang Ikan Hiu

Penduduk mengaku marah setelah mendengar kota mereka terkait dengan kasus baru tersebut.

Meski asal muasal infeksi belum ditentukan, warga bernama John Harris ingin para pengunjung dari luar negeri yang kembali, untuk menghabiskan waktu lebih lama dalam isolasi yang dikelola.

"(kesalahan) ini sepenuhnya ada pada pemerintah, karena karantina tidak aman," ujarnya.

Warga lain, Mike Hooper, juga ingin melihat kembali kontrol perbatasan Selandia Baru. "Anda harus mempertanyakan pemerintah yang mengizinkan orang kembali ke negara itu," katanya.

Selandia Baru hanya memiliki 1.927 kasus yang dikonfirmasi. Tetapi dengan pandemi yang berkecamuk secara global, lebih banyak orang yang kembali dengan infeksi, termasuk varian Covid-19 baru, meningkatkan kekhawatiran bahwa virus dapat menyebar lagi di komunitas.

Bloomfield mengatakan varian Afrika Selatan mungkin lebih mudah menular tetapi belum ada cukup penelitian yang cukup terkait hal itu.

"Kami bekerja dengan asumsi bahwa ini adalah kasus positif dan varian yang lebih dapat ditularkan, baik yang diidentifikasi pertama kali di Afrika Selatan atau Inggris, atau kemungkinan di Brasil - atau varian lain yang dapat ditularkan," kata Direktur Jenderal Kesehatan Ashley Bloomfield.

Tidak diketahui bagaimana perempuan itu terinfeksi atau apakah infeksinya baru, kata Bloomfield. Namun karena perempuan tersebut dinyatakan positif beberapa hari setelah dipulangkan dari karantina dan berada di rumah, pihak berwenang memperlakukannya sebagai "kasus komunitas yang mungkin terjadi".

Selandia Baru, salah satu negara maju paling sukses dalam mengendalikan penyebaran pandemi, terakhir mencatat penularan virus corona domestik pada 18 November, menurut situs web Kementerian Kesehatan.

Lockdown ketat dan isolasi geografis Selandia Baru membantu negara berpenduduk 5 juta itu mengendalikan penyebaran virus corona di dalam perbatasannya.

REUTERS | RADIO NZ


Sumber:

https://www.reuters.com/article/us-health-coronavirus-newzealand/new-zealand-confirms-first-coronavirus-case-in-months-idUSKBN29U01T?il=0

https://www.rnz.co.nz/news/national/435134/this-is-totally-on-the-government-anger-grows-in-northland-after-community-case-revealed


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT