LPDB-KUMKM Juga Kembangkan Koperasi Syariah di 2021
TEMPO.CO | 25/01/2021 10:45
Supomo
Supomo

JAKARTA - Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM) juga fokus akan menggandeng lebih banyak lagi koperasi syariah (Baitul Maal wa Tamwil/BMT) di 2021. Ini adalah fokus lainnya selain memberikan pendampingan kepada koperasi potensial,

"Upaya ini sudah mulai dilakukan sejak tahun lalu. Syariah ini baru di LPDB-KUMKM. Kemarin, sekitar 40 BMT menjadi mitra kami," ujar Direktur Utomo LPDB-KUMKM Supomo, dalam rilisnya di Jakarta, Sabtu 23 Januari.

Menurut Supomo, BMT baru merasakan kehadiran LPDB-KUMKM baru-baru ini, atau tepatnya sejak empat tahun lalu. Terlebih, semenjak LPDB-KUMKM memiliki Direktorat khusus Syariah. 

"Awalnya LPDB-KUMKM tidak mempunyai sistem syariah kan. Syariah sama sistem konvensional tidak ketemu, tidak bisa. Sekarang sudah bisa terhubung. Baru tahun kemarin lebih giat," katanya.

Supomo melihat tren BMT akan lebih bagus ke depan. Untuk menggandeng lebih banyak BMT, tim LPDB-KUMKM khusus syariah sedang terjun ke Yogyakarta dan Semarang. 

Untuk tahun ini, LPDB-KUMKM menargetkan dapat menyalurkan Rp1,6 triliun dana bergulir kepada koperasi. Karena situasi pandemi Covid-19 masih berlangsung, Supomo berharap jumlah penerima koperasi penerima dana bergulir lebih besar dibandingkan 2020."Kami sepenuhnya fokus 100 persen kepada koperasi, dan itu fokus kepada koperasi sektor riil. Seperti pangan, peternakan, dan perikanan yang berorientasi pada ekspor," ujar Supomo.

Jika berkaca pada 2020, LPDB-KUMKM telah menyalurkan pinjaman/pembiayaan dana bergulir kepada koperasi di Tanah Air sebesar Rp 2 triliun. Melebihi target yang diberikan pemerintah sebesar Rp1,85 triliun.

Begitu juga dari sisi penyaluran dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Dari alokasi yang ditargetkan pemerintah Rp1 triliun, LPDB-KUMKM juga mencatat penyaluran lebih tinggi dari target sebesar Rp1,292 triliun.

Untuk PEN tahun ini, , LPDB-KUMKM belum mendapatkan arahan baru dari pemerintah, dalam hal ini Satgas PEN. Namun, pihaknya bisa saja menjalankan program ini meskipun tidak mendapatkan uang dari negara. 

Wabah Covid-19 sejak tahun lalu menyebabkan lumpuhnya berbagai aktivitas membuat pertumbuhan ekonomi menjadi turun. Ini juga berdampak pada koperasi. Menghadapi tantangan ini, LPDB-KUMKM menguatkan sisi internal yakni memastikan setiap pegawai tertib melaksanakan protokol kesehatan ketika sedang bertugas.

"Pasukan saya wajib rapid antigen ketika dinas ke luar kota. Begitu juga ketika pulang, wajib rapid antigen. Saya juga setiap pulang malam sampai rumah harus disemprot  disinfektan," kata Supomo.

Setiap bulan, masing-masing pegawai diberikan suplemen vitamin, masker, dan hand sanitizer. "Kami harus jemput bola (ke koperasi). Kalau tidak tahan (kesehatan) bagaimana mau jauh jemput bola ketika kami sudah lumpuh," ujarnya.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT