IHSG di Zona Merah pada Awal Perdagangan, Anjlok 2,35 Persen
TEMPO.CO | 25/01/2021 09:31
Karyawan melintas di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 4 Januari 2021. TEMPO/Tony Hartawan
Karyawan melintas di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 4 Januari 2021. TEMPO/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG berada di zona merah pada awal perdagangan di Bursa Efek Indonesia atau BEI, Senin, 25 Januari 2021.

Melansir data RTI, pada pukul 09.06 WIB, IHSG berada pada level 6.158,1
atau turun 148,3 poin(2,35 persen) dibanding penutupan sebelumnya di level 6.307,1. Padahal pada satu menit awal pembukaan, IHSG sempat menyentuh zona hijau di level 6.322,7.

Sebanyak 51 saham melaju di zona hijau dan 290 saham di zona merah. Sedangkan 170 saham lainnya stagnan.

Baca Juga: Berpotensi Menguat Terbatas, IHSG Diperkirakan di Rentang 6.260 hingga 6.390

Director PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG masih berpotensi bergerak menguat terbatas hari ini."Perkiraan IHSG bergerak di 6.260 hingga 6.390," kata William dalam keterangan tertulis.

Dia mengatakan pergerakan IHSG hingga saat ini terlihat masih berpotensi terkoreksi hingga beberapa waktu mendatang. Namun mengingat fundamental perekonomian Indonesia yang cukup kuat dan juga ditunjang oleh capital inflow yang mulai kembali ke dalam pasar modal Indonesia.

"Maka peluang kenaikan jangka pendek masih terbuka lebar, jika support level terdekat dapat dipertahankan di tengah tekanan yang sedang berlangsung," ujarnya.

Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta memprediksi IHSG lebih cenderung bergerak secara mixed dengan kisaran 6.195 hingga 6.366.

"Market menanti pengumuman perilisan suku bunga The Fed, pengumuman GDP AS, serta pengumuman PMI Manufaktur dan Non-manufaktur Tiongkok," kata Nafan saat dihubungi.

Sedankan dari dalam negeri faktor yang akan mempengaruhi IHSG, yaitu pelaku pasar sedang menanti pengumuman foreign direct investment kuartal IV Indonesia.

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT