KPPU Buka Opsi Selidiki Perkara Kenaikan Harga Daging Sapi di Pasaran
TEMPO.CO | 22/01/2021 12:39
Suasana sepi los pedagang daging sapi di Pasar Senen, Jakarta, Rabu 20 Januari 2021. Para pedagang daging sapi di sejumlah pasar di kawasan Jabodetabek menggelar aksi mogok jualan mulai Rabu (20/1) hingga Jumat (22/1) sebagai bentuk protes kepada pemerint
Suasana sepi los pedagang daging sapi di Pasar Senen, Jakarta, Rabu 20 Januari 2021. Para pedagang daging sapi di sejumlah pasar di kawasan Jabodetabek menggelar aksi mogok jualan mulai Rabu (20/1) hingga Jumat (22/1) sebagai bentuk protes kepada pemerintah atas tingginya harga daging sapi yang sudah berlangsung sejak akhir 2020. TEMPO/Subekti

TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pengawas Persaingan Usaha atau KPPU membuka opsi untuk meneliti kenaikan harga daging sapi di pasaran yang menyebabkan sejumlah pedagang berencana mogok berjualan. Wakil Ketua KPPU Guntur Saragih mengatakan komisioner masih melakukan pendalaman.

“Opsi itu semua masih terbuka. Masih terus kami lihat melihat, apakah mahalnya daging karena ada intervensi yang mengarah ke pelanggaran persaingan usaha,” ujar Guntur dalam diskusi virtual pada Jumat, 22 Januari 2021.

Guntur menyebut ada beberapa faktor yang menjadi pendorong harga daging sapi melambung. Selain kemungkinan dugaan pelanggaran persaingan usaha, situasi lain seperti mahalnya suplai lantaran keterbatasan stok turut menjadi faktor penentu.

Meski demikian, sampai saat ini KPPU belum mulai masuk ke tahap penelitian. KPPU juga belum dapat menyimpulkan adanya pelanggaran pada kasus naiknya harga daging.

“Kami masih terus memantau karena ini kan kenaikan harga terjadi khusus di Jabodetabek,” ucap Guntur.

Sejumlah pedagang daging sapi di Jabodetabek sebelumnya berencana melakukan aksi mogok selama tiga hari. Mengacu pada surat edaran Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) bernomor 08/A/DPD-APDI/I/2021, rencana mogok berjualan dipicu oleh tingginya harga daging di pasaran sejak awal 2021.

Para pedang mengeluhkan harga daging sapi murni di kisaran Rp 122.000 per kilogram (kg) belakangan ini, atau naik ketimbang di hari-hari normal di Rp 114.000 per kg. Kenaikan juga terjadi pada daging paha belakang yang kini dibanderol Rp 128.000 per kg ketika sebelumnya hanya di kisaran Rp 120.000 per kg.

Guntur memastikan permasalahan harga daging sapi kali ini berbeda dengan perkara yang pernah diusut KPPU pada 2016 lalu. “Ini beda case dengan sebelumnya,” tuturnya. Pada 2016 lampau, KPPU menemukan adanya kartel daging oleh sejumlah importir. Perkara tersebut telah diputus oleh Majelis Hakim KPPU.

Baca: Kemendag Beberkan Penyebab Lonjakan Harga Daging Sapi


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT