Rencana Vaksin Covid-19 Mandiri, Kemenkes: Masih Dalam Tahap Pengkajian
TEMPO.CO | 22/01/2021 12:56
Vaksinator melakukan penyuntikan kepada peserta vaksinasi COVID-19 untuk tenaga kesehatan (nakes) di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta, Senin, 18 Januari 2021. ANTARA/Dhemas Reviyanto
Vaksinator melakukan penyuntikan kepada peserta vaksinasi COVID-19 untuk tenaga kesehatan (nakes) di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta, Senin, 18 Januari 2021. ANTARA/Dhemas Reviyanto

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Kesehatan mengatakan wacana pengadaan vaksin Covid-19 secara mandiri memang tengah dibahas. Mereka mengatakan saat ini, wacana tersebut tengah dikaji.

"Masih dalam pembahasan dan kajian dengan berbagai pihak," kata Juru Bicara Program Vaksinasi Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi, saat dikonfirmasi Tempo, Jumat, 22 Januari 2021.

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), Airlangga Hartarto, sebelumnya mengatakan regulasi vaksinasi jalur mandiri ini memang tengah digodok regulasinya. Merek vaksin jalur mandiri ini rencananya akan dibedakan dengan yang gratis.

Baca: Jokowi Buka Peluang Vaksinasi Covid-19 Mandiri

Hal ini juga ditegaskan oleh Nadia. Saat ini diketahui Indonesia telah memesan lima jenis vaksin Covid-19. Kelima vaksin tersebut adalah 3 juta plus 122 juta 500 ribu dosis Vaksin Sinovac, 50 juta dosis Vaksin Novavax, 54 juta dosis Vaksin dari COVAX GAVI, 50 juta dosis dari AstraZeneca, dan dari Pfizer/BioNTech 50 juta vaksin.

"Yang pasti harus berbeda dengan yang vaksin gratis ya," kata Nadia.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan program penyuntikan vaksin Covid-19 jalur mandiri memang diperlukan untuk mempercepat terciptanya herd immunity atau kekebalan kelompok. "Kita memang perlu mempercepat, perlu sebanyak-banyaknya, apalagi biaya (vaksinasi Covid-19) ditanggung perusahaan sendiri. Kenapa tidak?," ujar Jokowi dalam acara Kompas100 CEO Forum, Kamis, 21 Januari 2021.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT