Polda Metro Kirim Ribuan Sembako Sekaligus Masker ke Pengungsi Majene dan Kalsel
TEMPO.CO | 22/01/2021 12:57
Wakapolda Brigadir Jenderal Hendro Pandowo saat membuka penyerahan bantuan sembako untuk para korban bencana alam di Kalsel dan Sulbar, Jumat, 22 Januari 2021. TEMPO/M Julnis Firmansyah
Wakapolda Brigadir Jenderal Hendro Pandowo saat membuka penyerahan bantuan sembako untuk para korban bencana alam di Kalsel dan Sulbar, Jumat, 22 Januari 2021. TEMPO/M Julnis Firmansyah

TEMPO.CO, Jakarta -Polda Metro Jaya mengirimkan sebanyak 43 ribu lebih masker dan sembako kepada korban gempa di Majene - Mamuju, Sulawesi Barat dan banjir di Kalimantan Selatan.

Selain itu ada juga vitamin dan obat-obatan yang dikirimkan untuk para korban. 

"Kami kirimkan sekitar 2.600-an paket, ada bahan makanan baik itu mi instan, biskuit, minuman, ada beras dan bahan pokok lainnya, juga untuk makanan bayi," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus di kantornya, Jakarta Selatan, Jumat, 22 Januari 2021. 

Baca juga : Polisi Akan Kembangkan Tilang di Kamera ETLE Sejalan Rencana Listyo Sigit

Selain obat dan sembako, Yusri mengatakan pihaknya juga mengirimkan pakaian dan alat mandi untuk para pengungsi. Bantuan tersebut diberangkatkan dari Polda Metro Jaya siang ini. 

Yusri mengatakan bantuan untuk para korban itu merupakan hasil pengumpulan dari para anggota polisi. Ia mengatakan bantuan ini merupakan tahap pertama untuk para korban. 

"Ini tahap pertama kami berikan bantuan langsung ke Sulawesi Barat dan juga ke Kalsel. Nanti akan kami kumpulkn lagi," kata Yusri. 

Musibah banjir di Kalimantan Selatan terjadi pada 12 Januari 2021. Akibat musibah tersebut, sebanyak 21 orang meninggal dunia dan sekitar 63.638 orang diungsikan. Yusri mengatakan jumlah korban kemungkinan akan terus bertambah karena tim SAR masih melakukan pencarian. 

Sementara itu untuk musibah gempa bumi di Majene - Mamuju Sulawesi Barat, terjadi pada 15 Januari 2021. Hingga sore kemarin, musibah itu telah memakan korban jiwa sebanyak 91 orang, 253 orang luka berat, 240 luka sedang, 679 luka ringan, dan tiga orang masih dinyatakan hilang. 

"Pengungsi Sulbar yang sekarang masih di pengungsian ada sekitar 9.910 orang," kata Yusri dalam sambutan pengiriman puluhan ribu masker dan sembako tersebut.

M JULNIS FIRMANSYAH 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT