Kemendag Beberkan Penyebab Lonjakan Harga Daging Sapi
TEMPO.CO | 22/01/2021 11:43
Suasana sepi los pedagang daging sapi di Pasar Senen, Jakarta, Rabu 20 Januari 2021. Saat ini harga daging sapi mencapai sekitar Rp130 ribu per kilogram. TEMPO/Subekti
Suasana sepi los pedagang daging sapi di Pasar Senen, Jakarta, Rabu 20 Januari 2021. Saat ini harga daging sapi mencapai sekitar Rp130 ribu per kilogram. TEMPO/Subekti

TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan atau Kemendag Suhanto mengatakan stok daging sapi saat ini tersedia untuk memenuhi kebutuhan nasional. Pemerintah menjamin permintaan daging sapi di pasar rakyat dapat terpenuhi.

“Saat ini stok daging sapi tersedia cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional. Kemendag terus berupaya menjaga stok agar masyarakat tetap memiliki akses ke daging sapi,” kata Suhanto dalam keterangan tertulis Kamis malam, 21 Januari 2021.

Sebelumnya, Dewan Pembina Daerah Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (DPD APDI) DKI Jakarta menyatakan mogok jualan daging sapi di pasar rakyat se-Jadetabek karena ada kenaikan harga karkas di tingkat Rumah Pemotongan Hewan (RPH). Hal ini berdampak pada kenaikan harga daging sapi di tingkat pedagang.

Para pedang mengeluhkan harga daging sapi murni di kisaran Rp 122.000 per kilogram (kg) belakangan ini, atau naik ketimbang di hari-hari normal di Rp 114.000 per kg. Kenaikan juga terjadi pada daging paha belakang yang kini dibanderol Rp 128.000 per kg ketika sebelumnya hanya di kisaran Rp 120.000 per kg.

Menanggapi hal tersebut, Suhanto menjelaskan, Kemendag telah berkoordinasi dengan APDI dan memperoleh informasi bahwa harga karkas di tingkat RPH naik sekitar 11,6 - 12,6 persen pada Januari 2021.

Menurut Suhanto, kenaikan harga karkas di RPH saat ini dipicu oleh kenaikan harga sapi bakalan asal Australia selama satu semester terakhir, yang pada Juni 2020 masih berada di kisaran US$ 2,8 per kg berat hidup dan kini pada Januari 2021 menjadi US$ 3,78 per kg berat hidup.

Faktor utama penyebab kenaikan harga sapi bakalan di Australia diakibatkan adanya program repopulasi, pemenuhan permintaan konsumsi dalam negeri, dan peningkatan permintaan dari negara lain terutama di tiga bulan terakhir di negara tersebut.

Sebagai upaya menindaklanjuti mogok sebagian pedagang daging sapi di wilayah Jadetabek, dalam jangka pendek Kemendag telah berkoordinasi dengan pemasok daging sapi dan APDI. "Untuk memastikan kelancaran distribusi pasokan dan ketersediaan daging di pasar di wilayah Jadetabek," kata Suhanto.

Suhanto menambahkan, Kemendag juga telah bertemu dengan para importir sapi bakalan dan mengimbau para importir untuk membantu menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga sapi bakalan sampai di RPH dengan harga yang dapat menjamin agar pedagang daging sapi di pasar rakyat tetap dapat berjualan dengan keuntungan yang wajar.

Dalam kondisi saat ini, kata dia, Kementerian Perdagangan terus berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian dan berbagai pihak lainnya agar harga daging sapi di tingkat eceran masih dapat dijangkau oleh masyarakat dengan ketersediaan yang cukup. Selain itu, Pemerintah akan mempersiapkan strategi baru sebagai alternatif guna memenuhi permintaan daging sapi.

Baca: Tuntutan Dipenuhi, Pedagang Daging Diminta Kembali Berjualan per Hari Ini


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT