Mensos Tri Rismaharini Minta Daerah Punya Stok Cadangan Makanan Sendiri
TEMPO.CO | 20/01/2021 06:40
Menteri Sosial Tri Rismaharini memberika keterangan saat mengunjungi posko pengungsian korban banjir di Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, Senin, 18 Januari 2021. ANTARA/ Zumrotun Solichah
Menteri Sosial Tri Rismaharini memberika keterangan saat mengunjungi posko pengungsian korban banjir di Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, Senin, 18 Januari 2021. ANTARA/ Zumrotun Solichah

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Sosial Tri Rismaharini meminta pemerintah daerah menyiapkan stok cadangan logistik sendiri di sejumlah titik rawan bencana, sehingga dapat diantisipasi kekosongan logistik saat terjadi bencana alam.

"Kami berharap pemerintah daerah punya stok cadangan makanan sendiri, selain dari Bulog," kata Risma saat mengunjungi lokasi banjir di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Senin 19 Januari 2021.

Mantan Wali Kota Surabaya itu mengunjungi Pondok Pesantren Arrosyid di Kecamatan Bangsalsari yang merupakan salah satu pesantren terdampak paling parah saat terjadi bencana alam banjir, kemudian kunjungan dilanjutkan ke posko pengungsian di Kantor Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo.

"Jika mengambil stok cadangan dari gudang Bulog mungkin butuh waktu yang lama, sehingga harusnya pemerintah daerah memiliki cadangan logistik sendiri di titik rawan bencana," tuturnya.

Baca: Bantu Korban Gempa Sulbar, Mensos Risma Kirim Kebutuhan Pokok dari Makassar

Sebagai langkah cepat harusnya disediakan stok bahan makanan cadangan di Jember karena saat ini gudang logistik dan sembako di BPBD Jember kosong karena belum memiliki Perbup atau Perda APBD tahun anggaran 2021.

"Keberadaan stok cadangan bahan makanan sangat penting karena yang utama dalam penanganan bencana, harusnya stok makanan harus tersedia dulu di daerah, sehingga langsung ditangani," ujarnya.

Risma menilai bencana banjir di Kecamatan Bangsalsari dan Tempurejo memang diduga karena kerusakan hutan, sehingga perlu diantisipasi dengan proses cadangan logistiknya.

"Untuk di Jember, saya kira sudah bagus karena penanganannya melibatkan lintas sektor dan beberapa daerah sekitar. Penanganan bencana di Pulau Jawa tidak sulit karena integrasinya cepat, namun beda halnya dengan di luar Jawa," katanya.

Tri Rismaharini menilai penanganan bencana alam di Kabupaten Jember sudah maksimal karena akses jalannya ke lokasi bencana sendiri juga tidak sulit dibandingkan dengan daerah lain. Kemensos juga mendistribusikan berbagai bahan makanan dan kebutuhan bayi, serta ibu hamil untuk para pengungsi banjir di Kecamatan Tempurejo.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT