Gandeng Kominfo, Sandiaga Ingin Destinasi Wisata Tercover Sinyal Telekomunikasi
TEMPO.CO | 18/01/2021 17:30
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno didampingi Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), H Zulkieflimansyah menggunakan sepeda motor listrik buatan anak muda NTB mengelilingi lintasan sirkuit Mandalika di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika,
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno didampingi Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), H Zulkieflimansyah menggunakan sepeda motor listrik buatan anak muda NTB mengelilingi lintasan sirkuit Mandalika di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Jumat (15/1/2020)(ANTARA/Diskominfotik NTB).

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menemui Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny Gerard Plate membahas isu telekomunikasi di sektor pariwisata. Dalam pertemuan tersebut, Sandiaga menekankan pentingnya cakupan sinyal atau coverage signal di seluruh destinasi wisata, khususnya destinasi wisata super prioritas (DSP), Danau Toba, Labuan Bajo, Mandalika, Borobudur dan Likupang.

Permintaan tersebut diungkapkan Sandi disambut baik Johnny G Plate yang berkomitmen dalam pembangunan infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

"Tentunya aspek sekarang yang diperlukan adalah infrastruktur yang berkaitan dengan jaringan dengan coverage signal," ungkap Sandiaga dalam siaran tertulis, Senin, 18 Januari 2021. 

Bersamaan dengan komitmen tersebut, Sandiaga menyampaikan hanya satu DSP yang dinilainya paling siap dari segi kelengkapan dan kesiapan infrastruktur TIK, antara lain Borobudur. Kawasan situs warisan dunia itu katanya sudah dilengkapi sejumlah BTS dari masing-masing operator. Sedangkan empat DSP lain diungkapkan Sandi masih harus disempurnakan.

Misalnya, kata Sandiaga, di Danau Toba yang masih terdapat sejumlah kabupaten yang belum memiliki BTS reguler. Sebelumnya, Kominfo menyatakan sudah membangun sebanyak 142 titik akses Internet Bakti di sejumlah wilayah Sumatera Utara yang berkaitan langsung dengan DSP Danau Toba.

Kondisi serupa juga terjadi di DSP Labuan Bajo. Pembangunan sebanyak 18 titik BTS universal service obligation (USO) dan tiga titik di Nusa Tenggara Barat (NTB), menurut Sandiaga, sangat membantu dari segi kesiapan DSP tersebut.

Hal serupa juga disampaikan Sandiaga mengenai pembangunan sebanyak 78 titik BTS di Mandalika yang menurutnya harus dapat ditingkatkan kembali.

"Karena jika kita mendarat di Destinasi Super Prioritas, selain jalan, listrik, air dan akomodasi, pasti masalah jaringan internet dan coverage signal selalu menjadi prioritas bagi para wisatawan, khususnya wisatawan milenial yang sekarang harus selalu eksis dan segera tayang dengan gambar-gambar, terbarunya melalui instagram, facebook, twiiter maupun juga TikTok," ujar Sandiaha.

Bersamaan dengan pembangunan BTS, Sandiaga mengingatkan adanya kordinasi antara Kemenkominfo dengan operator telepon seluler. Tujuannya agar tidak menimbulkan tabrakan sinyal seperti yang dialaminya di Labuan Bajo dan Mandalika pada pekan lalu.

"Kami apresiasi sekali program Bakti ini, karena dengan segera menghadirkan jaringan di kawasan pariwisata dan ekonomi kreatif," ujar Sandiaga. "Selanjutnya kita juga bicara bagaimana kedepan melalukan kerjasama untuk big data, sehingga kebijakan penciptaan lapangan kerja seluas-luasnya di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif ini dan peningkatan kinerja, dan key perfomance indicators bisa berbasis data yang sudah teranalisa dengan baik."

BACA: Sumbang PDB Rp 1.100 T, Sandiaga Yakin Ekonomi Kreatif Lokal Mampu Mendunia

CAESAR AKBAR


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT