Sumbang PDB Rp 1.100 T, Sandiaga Yakin Ekonomi Kreatif Lokal Mampu Mendunia
TEMPO.CO | 18/01/2021 11:44
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno saat mengikuti rapat kerja kerja dengan Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis, 14 Januari 2021. Rapat tersebut beragendakan perkenalan Menparekraf yang baru dan memba
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno saat mengikuti rapat kerja kerja dengan Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis, 14 Januari 2021. Rapat tersebut beragendakan perkenalan Menparekraf yang baru dan membahas penyampaian program-program nggulan Kemenparekraf. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan pandemi virus corona atau Covid-19 turut berandil besar dalam perkembangan ekonomi kreatif nasional, khusus e-commerce. Meskipun, pagebluk itu juga memicu krisis ekonomi bangsa.

Berdasarkan data Focus Economy Outlook 2020, ekonomi kreatif justru menyumbang sebesar Rp 1.100 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia sepanjang tahun 2020. Sandiaga mengatakan data tersebut menjadi bukti sektor ekonomi kreatif mampu bertahan di tengah pandemi Covid-19.

"Industri kreatif memang dihantam krisis, orang yang bermental kreatif akan mampu beradaptasi dengan situasi apapun," ungkap Sandi dalam keterangan tertulis, Senin, 18 Januari 2021.

Baca Juga: Selain MotoGP, 4 Agenda Internasional Juga Digelar di KEK Mandalika pada 2021

Ia mengatakan pariwisata dan performing art menjadi yang paling terdampak. Namun, menurut dia, ekonomi kreatif punya DNA survival yang sangat-sangat luar biasa. "Dan DNA survival ini yang paling penting, yaitu DNA kreatifitas itu sendiri."

Selama pandemi covid-19, kata Sandi, industri digital kian berkembang, khususnya Digital Startup dengan sejumlah produk kreatif di dalamnya. Hingga kini, tercatat ada sebanyak delapan juta usaha ekonomi kreatif di Indonesia.

Bahkan Indonesia kini didaulat sebagai negara terbesar ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan Korea Selatan. "Jika melihat pada kontribusi ekonomi kreatif terhadap PDB, setelah Amerika Serikat dan Korea Selatan. Sebagai urutan ketiga dunia, Indonesia memiliki potensi untuk terus meningkatkan kontribusi ekonomi kreatif terhadap perekonomian kita," jelas Sandiaga.

Tidak hanya itu, berdasarkan data, tiga dari 17 sub sektor ekonomi kreatif dibanggakannya menjadi penyumbang terbesar struktur PDB dan ekspor seperti fashion, kuliner dan kriya.

Peringkat pertama diduduki kuliner dengan perolehan terbesar, yakni sebesar 41 persen, sedangkan fashion berkontribusi sebesar 17 persen dan kriya sebesar 14,9 persen.

Sementara itu, peringkat tiga teratas untuk produk wisata dan ekonomi kreatif yang sekarang menjadi primadona wisatawan antara lain, nature (wisata alam), active lifestyle (aktifitas keseharian) dan kuliner.

Selain itu, dari 17 sub sektor ekonomi kreatif, banyak yang justru jadi juara di tengah pandemi. Indonesia pun, menurut Sandi, sudah menjadi jawara e-commerce di Asia Tenggara.

Sebab, sebanyak 52 persen transaksi e-commerce di kawasan Asean sepanjang tahun 2020 berasal dari Indonesia dengan nilai transaksi lebih dari Rp 172 triliun atau US$ 12,2 miliar. "Produk kreatif kita sangat berpeluang untuk mendunia," kata Sandiaga.

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT