Menkes Gandeng Swasta untuk Distribusi Rantai Dingin Vaksin Covid-19
TEMPO.CO | 16/01/2021 09:35
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi melihat langsung kedatangan 1,8 juta dosis Vaksin Covid-19, Sinovac di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng (31/12) Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi melihat langsung kedatangan 1,8 juta dosis Vaksin Covid-19, Sinovac di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng (31/12) Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menggandeng pihak swasta untuk kerja sama distribusi rantai dingin vaksin Covid-19. Budi menyatakan kerja sama ini demi mengatasi kendala distribusi dan kapasitas penyimpanan vaksin yang terjadi di daerah.

"Kami mencari berbagai macam cara untuk mengatasi itu dengan cepat, termasuk mencari perusahaan-perusahaan swasta yang kuat di distribusi dan punya kemampuan distribusi dingin," kata Budi dalam wawancara dengan Tempo, Jumat malam, 15 Januari 2021.

Menurut Budi, ada sejumlah perusahaan besar memiliki kemampuan jalur distribusi dingin dalam program vaksinasi Covid-19. Dia tak menampik kabar PT Unilever Indonesia merupakan salah satu perusahaan yang akan diajak bekerja sama. Mengingat salah satu produknya adalah es krim, Unilever memiliki jaringan penyimpanan dingin hingga ke daerah.

Meski begitu, Budi mengaku belum memegang data pasti berapa banyak perusahaan yang bisa digandeng untuk mengatasi problem distribusi jalur dingin vaksin Covid-19 ini. Dia mengatakan pertemuan baru akan digelar pada Sabtu, 16 Januari 2021.

"Sudah kami ajak, makanya Sabtu ini mudah-mudahan bisa datang dan kasih gambaran strategi supply chain-nya gimana. Kalau bergabung sepertinya bisa," kata Budi.

Budi mengatakan kendala distribusi jalur dingin ini diketahui saat penyaluran 1,2 juta dosis vaksin Sinovac ke daerah-daerah. Dia menyebut sempat ada kendala di delapan provinsi lantaran kapasitas penyimpanan dinginnya tidak memadai untuk program vaksinasi Covid-19.

Menurut Budi, semua Dinas Kesehatan sebenarnya memiliki penyimpanan dingin. Namun tempat penyimpanan itu juga terisi dengan barang lain, seperti vaksin-vaksin selain vaksin Covid-19 dan reagen.

Solusi lainnya, kata Budi, ialah dengan menerapkan strategi reverse logistic. Ia mengaku telah berdiskusi dengan sejumlah ahli supply chain terkait hal ini. Strategi ini dilakukan dengan cara menyimpan vaksin di 70-80 titik, bukan langsung disalurkan ke sekitar 20 ribu Puskesmas yang ada di Tanah Air.

Vaksin Covid-19 buatan Sinovac harus disimpan di tempat bersuhu 2-8 derajat Celcius. Budi mengatakan lebih mudah bagi pemerintah untuk mengontrol 70-80 titik penyimpanan ketimbang menyiapkan sistem suhu dingin di 20 ribu Puskesmas. "Selama dari sini ke masing-masing Puskesmas bisa dicapai sehari dua hari, disimpannya di sini aja," kata Menkes Budi Gunadi Sadikin.

Baca juga: Menkes Budi Gunadi Sadikin Kaji Vaksinasi Covid-19 Mandiri Oleh Swasta

BUDIARTI UTAMI PUTRI


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT