3 Jurus Angkasa Pura II Pulihkan Bisnis Bandara
TEMPO.CO | 14/01/2021 03:16
Warga Negara Asing mendorong barang bawaannya usai tiba di Bandara Soekarno-Hatta, di Tangerang, 1 Januari 2021. Jika masih ada WNA yang mendarat pada periode pelarangan masuk Indonesia, maka dipastikan WNA tersebut harus terbang kembali ke luar Indonesia
Warga Negara Asing mendorong barang bawaannya usai tiba di Bandara Soekarno-Hatta, di Tangerang, 1 Januari 2021. Jika masih ada WNA yang mendarat pada periode pelarangan masuk Indonesia, maka dipastikan WNA tersebut harus terbang kembali ke luar Indonesia. REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana

TEMPO.CO, Jakarta - PT Angkasa Pura II (Persero) berupaya mengembalikan kondisi bisnis kebandarudaraan di tengah pandemi Covid-19 melalui tiga program pemulihan pada 2021.

Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin mengatakan ketiga program tersebut juga bertujuan untuk mendorong bergairahnya sektor penerbangan nasional dengan memberikan pengalaman jauh lebih baik bagi pelanggan atau penumpang.

"Tiga program tersebut adalah Leapfrogging The Corporation, Lean Operation, dan Leading Digital," kata Awaluddin dalam siaran pers, Rabu, 13 Januari 2021.

Dia menjelaskan Leapfrogging The Corporation, perseroan akan menciptakan bisnis baru dan membangun ekosistem yang lebih besar. Contohnya, dibukanya hotel bintang 4 di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta baik di area domestik dan internasional.

Sementara itu, kata Awaluddin, lewat program Lean Operation akan dilakukan optimalisasi sumber daya di bandara guna meningkatkan kualitas layanan dengan tetap mengedepankan safety, security, service through compliance dan environment sustainability.

Implementasi Airport Collaborative Decision Making (ACDM) akan membuat seluruh stakeholder dapat secara optimal memanfaatkan seluruh sumber daya di bandara melalui pendekatan pemanfaatan infrastruktur bersama, kolaborasi sumber daya dan penggunaan platform operasi bandara secara bersama,” kata Muhammad Awaluddin.

Dia mengatakan pada tahun ini perseroan juga akan mempercepat proses digitalisasi sistem kebandarudaraan melalui program Leading Digital.

“Perseroan pada tahun ini harus mampu memanfaatkan teknologi yang terintegasi untuk memberikan digital experience bagi seluruh stakeholder. Pada tahun ini kami akan memperkenalkan konsep Airport ID bagi stakeholder bandara dengan berbasis implementasi Know Your Customer [KYC],” ujarnya.

Tiga program utama PT Angkasa Pura II pada tahun ini diharapkan dapat membawa perseroan hingga mencapai kondisi seperti sebelum adanya pandemi Covid-19.

BISNIS

Baca juga: Usai Pintu Internasional Resmi Ditutup Hari Ini, Hanya 13 WNA Masuk ke Indonesia


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT