Kecelakaan Sriwijaya Air SJ 182 Berimbas ke Pariwisata, Sandiaga Revisi Target
TEMPO.CO | 13/01/2021 18:46
Menteri Periwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi usai rapat di kantor Kemenhub, Jakarta, Senin, 4 Januari 2021. Tempo/Hendartyo Hanggi
Menteri Periwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi usai rapat di kantor Kemenhub, Jakarta, Senin, 4 Januari 2021. Tempo/Hendartyo Hanggi

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno tak memungkiri insiden kecelakaan Sriwijaya Air SJ 182 bakal berimbas ke kepercayaan wisatawan dan kinerja pariwisata. Sandiaga pun berencana merevisi target capaian selama tiga bulan pertama 2021.

"Kami rasakan ini kemungkinan Februari-Maret akan direvisi. Kami belum bisa jelaskan revisinya," ucapnya dalam wawancara khusus bersama Tempo, Rabu, 13 Januari 2021.

Baca Juga: Cuaca Buruk di Lokasi Pencarian Korban Sriwijaya Air Diperkirakan sampai Malam

Sandiaga pun berencana bertemu dengan Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia atau INACA untuk menekan dampak yang ditimbulkan dari insiden tersebut. Kementerian, kata dia, akan menjalin kerja sama yang lebih erat dengan asosiasi penerbangan.

Sandiaga melanjutkan, Kementerian dan INACA bakal menyusun formulasi kerja sama untuk meningkatkan kinerja pariwisata dari sektor transportasi. Tanpa mendetailkan poin kerja sama tersebut, ia mengaku kesepakatan kedua pihak mengutamakan pemulihan kepercayaan wisatawan setelah kejadian kecelakaan Sriwijaya Air dan pandemi Covid-19 terjadi.

Sandiaga menjamin, kerja sama ini akan menghasilkan konsep pariwisata yang aman dan nyaman untuk masyarakat tanpa mengesampingkan protokol kesehatan.

Sriwijaya Air SJ 182 yang terbang dari Jakarta menuju Pontianak mengalami kecelakaan pada Sabtu, 9 Januari 2021. Terbang empat menit setelah lepas landas, yakni pukul 14.40 WIB, SJ 182 anjlok dari ketinggian sekitar 10 ribu kaki menuju 250 kaki.

Pesawat Sriwijaya Air dinyatakan hilang kontak, kemudian ditemukan jatuh di perairan sekitar Pulau Laki dan Pulau Lancang. Pesawat milik perusahaan berlogo Ri-Yu itu mengangkut 62 penumpang dalam insiden kecelakaan. Sebanyak 50 orang di antaranya adalah penumpang dan 12 lainnya kru penerbangan, yang enam di antaranya merupakan extra crew (XCU) dan enam lainnya adalah kru aktif.



REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT