Longsor Sumedang, Polisi Dalami Izin Pembangunan Pemukiman di Desa Cihanjuang
TEMPO.CO | 10/01/2021 19:33
Petugas Basarnas mengoperasikan alat berat untuk pencarian korban tertimbun longsor di Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Ahad, 10 Januari 2021. Tanah longsor tersebut mengakibatkan 12 orang tewas dan belasan orang diperkirakan masih tertimbun. T
Petugas Basarnas mengoperasikan alat berat untuk pencarian korban tertimbun longsor di Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Ahad, 10 Januari 2021. Tanah longsor tersebut mengakibatkan 12 orang tewas dan belasan orang diperkirakan masih tertimbun. TEMPO/Prima Mulia

TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian menyatakan bakal mulai mendalami izin pembangunan pemukiman di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, lokasi longsor Sumedang dengan korban belasan jiwa tewas tertimbun.

"Ini akan kami dalami, sisi perizinannya seperti apa," kata Kepala Polda Jawa Barat Inspektur Jenderal Ahmad Dofiri di lokasi longsor, Ahad 10 Januari 2021.

Dofiri sendiri menilai lahan miring tersebut memang tidak laik dijadikan hunian masyarakat. Pasalnya longsor memang berpotensi terjadi di kawasan itu. "Area seperti ini di bangun perumahan seyogyanya memang sangat rawan. Tetapi, nanti kita akan kita dalami," kata dia.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil juga menyebut kawasan lahan miring itu memang seharusnya tidak dipaksakan untuk menjadi pemukiman.

Menurutnya, peristiwa longsor itu bisa menjadi contoh yang berakibat bencana hingga menelan korban jiwa. Maka dari itu ia pun meminta seluruh pihak agar memahami risiko tersebut.

"Tentu tidak (layak dihuni), dan ini menjadi kewaspadaan dan peringatan, tidak sesederhana boleh atau tidak boleh, tapi kita sebagai masyarakat pemerintah harus bekerja sama," kata Ridwan Kamil.

Sejauh ini Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pun telah meminta kepada masyarakat setempat agar bersedia untuk dilakukan relokasi sementara hingga menunggu hasil kajian mendalam tentang kerawanan kawasan tersebut.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT