Lokasi Longsor Sumedang Zona Merah, Doni Monardo Berharap Warga Mau Direlokasi
TEMPO.CO | 10/01/2021 18:16
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Doni Monardo (kanan) melakukan pemantauan Gunung Merapi dari udara dengan menggunakan helikopter jenis Douphin di Selo, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat, 20 November 2020. ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Doni Monardo (kanan) melakukan pemantauan Gunung Merapi dari udara dengan menggunakan helikopter jenis Douphin di Selo, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat, 20 November 2020. ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo berharap warga yang tinggal di sekitar lokasi longsor Sumedang tepatnya di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, mau direlokasi.

"Kami harapkan ada kesadaran masyarakat di wilayah lokasi bencana untuk bersedia direlokasi," kata Doni saat meninjau daerah yang terdampak tebing longsor di Desa Cihanjuang, Minggu 10 Januari 2021.

Ia mengemukakan bahwa warga yang tinggal di daerah tersebut baiknya pindah ke tempat lain yang lebih aman dari bencana alam.

"Kalau kawasan itu sudah diputuskan zona merah, masyarakat harus ikhlas melepaskan rumah dan tanahnya untuk direlokasi di tempat yang baru," katanya.

Tanah longsor terjadi di Desa Cihanjuang pada Sabtu 9 Januari. Bencana itu berdampak pada belasan rumah warga dan menyebabkan setidaknya 13 orang meninggal dunia. Doni Monardo mengatakan bahwa saat ini ada sekitar 150 orang yang sudah dievakuasi dari daerah terdampak longsor ke posko pengungsian.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT