Virus Corona, Warga di Shijiazhuang Cina Tak Boleh Keluar Kota
TEMPO.CO | 08/01/2021 06:30
Orang-orang berjalan di sebuah jalan kawasan perniagaan di Wuhan, Hubei, Cina tengah, Senin, 30 Maret 2020. Puncak wabah virus corona COVID-19 di Wuhan terjadi pada bulan Februari lalu. (Xinhua/Shen Bohan)
Orang-orang berjalan di sebuah jalan kawasan perniagaan di Wuhan, Hubei, Cina tengah, Senin, 30 Maret 2020. Puncak wabah virus corona COVID-19 di Wuhan terjadi pada bulan Februari lalu. (Xinhua/Shen Bohan)

TEMPO.CO, Jakarta - Masyarakat di Ibu Kota Shijiazhuang, Provinsi Hebei, Cina, terhitung mulai Kamis, 7 Januari 2020, diminta untuk tidak keluar kota. Otoritas juga melarang acara kumpul-kumpul bagi masyarakat di sana.

 

Aturan ini diberlakukan demi menekan penyebaran virus corona di Cina menyusul angka harian positif Covid-19 yang lebih tinggi dari lima bulan terakhir.

Siswa belajar di Sekolah Menengah Pertama (SMP) No. 87 di Changchun yang kembali dibuka setelah lockdown akibat virus Corona, di Provinsi Jilin, Cina, 20 April 2020. Xinhua/Yan Linyun

 

Di Provinsi Hebei dari 52 kasus virus corona, sebanyak 51 kasus ditularkan antar masyarakat lokal. Shijiazhuang adalah Ibu Kota bagi 11 juta orang, yang segera melakukan tes massal virus corona.      

 

Demi menekan wabah virus corona di sana, masyarakat dan kendaraan dari zona merah tidak boleh keluar dari Shijiazhuang. Tim investigasi akan dibentuk di Provinsi Hebei, kota dan distrik-distrik di sana untuk melacak kontak pasien-pasien virus corona.   

 

Perawat berfoto bersama di Rumah Sakit Darurat penanggulangan virus corona Huoshenshan (Gunung Dewa Api) di Wuhan, ibu kota Provinsi Hubei, Cina tengah, Jumat, 20 Maret 2020. Tidak ada laporan kasus baru positif virus corona di Wuhan pada Sabtu, 21 Maret 2020, yang menandai hari keempat secara beruntun di episentrum wabah tersebut. (Xinhua/Wang Yuguo)

Stasiun televisi di Cina sebelumnya melaporkan Shijiazhuang menolak sementara masuknya pelancong ke wilayah itu. awalnya, pelancong yang hendak masuk Shijiazhuang harus memperlihatkan surat Covid-19 yang dilakukan dalam waktu 72 jam sebelum tiba di Provinsi Hebei, baik itu lewat kereta atau pun pesawat.

 

Total kasus baru Covid-19 di seluruh wilayah Cina sebanyak 63 kasus. Jumlah itu naik dibanding sehari sebelumnya yang tercatat 32 kasus.  

 

Terhitung sejak wabah virus corona menyebar pertama kalinya di Ibu Kota Wuhan pada akhir 2019, jumlah kasus Covid-19 di Cina sebanyak 87.278 kasus. Dari jumlah itu, kasus yang berakhir dengan kematian sebanyak 4.634 kasus.       

 

 

 

 

 

 

 

Sumber: https://www.reuters.com/article/us-health-coronavirus-china-cases/chinese-city-of-11-million-stops-people-leaving-in-bid-to-contain-covid-idUSKBN29C019


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT