KAI Cirebon Operasikan 2 Kereta Api Argo Cheribon pada Puncak Arus Balik
TEMPO.CO | 03/01/2021 22:12
Penumpang duduk di dalam rangkaian gerbong KA Bima rute Stasiun Gambir-Malang PP di Stasiun Gambir, Jakarta, Sabtu, 11 Juli 2020. PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) kembali menambah lima perjalanan kereta api (KA) jarak jauh di area Daop 1 Jakarta un
Penumpang duduk di dalam rangkaian gerbong KA Bima rute Stasiun Gambir-Malang PP di Stasiun Gambir, Jakarta, Sabtu, 11 Juli 2020. PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) kembali menambah lima perjalanan kereta api (KA) jarak jauh di area Daop 1 Jakarta untuk tujuan Bandung, Cirebon dan Surabaya yang diberangkatkan dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen yang hanya dioperasikan pada hari Jumat, Sabtu, dan Minggu. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

TEMPO.CO, Cirebon - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 3 Cirebon, Jawa Barat, mengoperasikan dua Kereta Api Argo Cheribon untuk melayani penumpang pada puncak arus balik libur Tahun Baru 2021.

"Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang hari ini, Daop 3 mengoperasikan dua KA Argo Cheribon menuju Jakarta," kata Manajer Humas KAI Daop 3 Cirebon Luqman Arif di Cirebon, Ahad, 3 Januari .

Luqman mengatakan pengoperasian KA Argo Cheribon pada Minggu (3/1) merupakan upaya KAI untuk melayani penumpang kereta yang akan kembali beraktivitas di Jakarta dan sekitarnya.

Pada puncak arus balik libur Tahun Baru 2021 tercatat 2.210 penumpang kereta berangkat dari wilayah Daop 3 Cirebon.

"Puncak arus balik libur Tahun Baru 2021 diperkirakan pada Minggu 3 Januari 2021, di mana sebanyak 2.210 penumpang yang akan naik," tuturnya.

Dia menambahkan selama masa angkutan libur Natal dan Tahun Baru 2021 yang dimulai pada 18 Desember 2020 sampai 3 Januari 2021 penumpang yang turun dan naik di wilayah Daop 3 Cirebon mencapai 41.465 orang.

"Kalau di Daop 3 terdapat 20.974 penumpang yang naik, sedang yang turun sebanyak 20.491 orang, jumlah secara keseluruhan mencapai 41.465 orang," katanya.

Luqman memastikan selama masa angkutan libur Natal dan Tahun Baru 2021 semua menerapkan protokol kesehatan yang ketat, di mana penumpang yang akan naik kereta juga harus menunjukkan hasil negatif tes Covid-19.

"Kami juga membatasi 70 persen dari kapasitas yang ada, sehingga bisa jaga jarak antarpenumpang," kata Luqman.

ANTARA


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT