Seorang Marbot Tewas Tertimpa Tembok Saat Kerja Bakti di Masjid di Jagakarsa
TEMPO.CO | 02/01/2021 13:40
Tembok jebol di rumah warga di RT 01 RW 04 Kelurahan Cipedak, Jagakarsa, akibat hujan deras pada Minggu, 24 Februari 2019. Foto: Istimewa
Tembok jebol di rumah warga di RT 01 RW 04 Kelurahan Cipedak, Jagakarsa, akibat hujan deras pada Minggu, 24 Februari 2019. Foto: Istimewa

TEMPO.CO, Jakarta - Seorang Marbot masjid tewas tertimpa tembok saat kerja bakti di lingkungan Masjid Masjid Al Khoiriyah, Jalan Joe Kelapa III, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu, 2 Januari 2021.

Berdasarkan informasi dari petugas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan disingkat Damkar Kota Jakarta Selatan, korban bernama AA Wawan berusia 50 tahun.

Petugas piket Damkar Jakarta Selatan, Prawito, menyebutkan, korban tertimpa tembok saat sedang kerja bakti membongkar bangunan untuk lahan parkir masjid.

"Menurut informasi, korban bernama AA Wawan, usia 50 tahun sedang melaksanakan kerjabakti membongkar tiang bangunan yang akan di jadikan lahan untuk parkiran masjid," kata Prawito.

Kronologis kejadian, petugas Damkar Jaksel menerima laporan meminta bantuan evakuasi korban tertimpa tembok rubuh pukul 09.45 WIB.

Petugas tiba di lokasi di Jalan Joe Kelapa II RT 03/ RW 06 Kelurahan Jagakarsa, Jakarta Selatan dan melakukan upaya evakuasi pukul 10.00 WIB.

Menurut Prawito, korban membongkar tiang dari arah bawah, saat bangunan akan rubuh korban tidak sadar, sedangkan rekan-rekannya berlarian keluar dari lokasi bangunan.

"Menurut informasi, korban sudah tertimpa bangunan sekitar jam 08.45 WIB, saat itu korban masih hidup. Sedangkan laporan masuk ke Pemadam jam 09.45 WIB," ujar Prawito.

Proses evakuasi berlangsung menggunakan alat berat bego dari Suku Dinas Sumber Daya Air Kecamatan Jagakarsa.

Baca juga : Mulai 2021, Imam Masjid di Bekasi Bisa Dapat Gaji Rp 2,5 Juta per Bulan
Tubuh korban berhasil dikeluarkan reruntuhan pukul 11.00 WIB, dan korban dinyatakan sudah meninggal dunia.

"Penanganan mengeluarkan korban yang dinyatakan sudah meninggal oleh Paramedis 112, dengan mengangkat reruntuhan dibantu oleh alat berat beco dari Dinas Tata Air," kata Prawito.

ANTARA


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT