Budi Gunadi Sadikin Prediksi Butuh 3,5 Tahun Rampungkan Vaksinasi Covid-19
TEMPO.CO | 02/01/2021 08:31
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikino. Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikino. Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah memperkirakan dibutuhkan 3,5 tahun lamanya untuk dapat menyelesaikan proses vaksinasi Covid-19 di Tanah Air. “Kira-kira butuh waktu 3,5 tahun untuk vaksinasi semuanya,” ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin seperti dikutip dari laman resmi Kemenkes.go.id, Kamis, 31 Desember 2020.

Hal itu didasarkan pada kalkulasi banyaknya penduduk yang akan menjadi sasaran vaksinasi. Untuk mencapai kekebalan kelompok (herd immunity), pemerintah telah menyiapkan sebanyak 426 juta dosis vaksin untuk 181 juta penduduk Indonesia. Sesuai dengan standar dari WHO, tiap warga disuntik dua kali.

Saat ini pemerintah mengupayakan pengadaan vaksin dari 5 jalur. Empat produsen dari bilateral, yakni Sinovac dari Cina, Novavax dari Kanada-Amerika, Pfizer dari Jerman-Amerika, AstraZeneca dari Swiss-Inggris dan satu berasal dari multilateral yakni COVAX/GAVI dari aliansi vaksin GAVI dengan didukung WHO dan CEPI.

Karena vaksin menjadi komoditas yang paling diperebutkan seluruh negara saat ini, kata Budi Gunadi, komunikasi dengan para produsen terus dilakukan secara intens. “Karena memang ini belum ada barangnya, kita harus siap-siap. Jadi ada isu kemanusiaan di sini, itu sebabnya kita agresif mencari vaksin, meski vaksinnya belum terbukti kita sudah DP duluan. Kenapa? Karena nanti kita enggak kebagian,” tuturnya.

Lebih jauh Budi Gunadi berharap vaksin-vaksin tersebut segera tiba di Indonesia, sehingga bisa segera dilakukan penyuntikan bagi 181 juta penduduk Indonesia. Penyuntikan terutama bagi para tenaga kesehatan yang selama 10 bulan ini telah berjuang di garda terdepan penanganan Covid-19. Sampai saat ini, vaksin yang telah tiba 3 juta dosis buatan Sinovac.

Ia juga mengingatkan di tengah kabar baik kedatangan vaksin Covid-19 di Indonesia, protokol kesehatan 3M terus terus ditegakkan oleh masyarakat tanpa terkecuali. "Sebab itu merupakan kunci untuk memutus mata rantai penularan Covid-19," ujarnya.

BISNIS

Baca: Dahlan Iskan Sebut Tugas Utama Menkes Budi Gunadi: Nego dengan Pabrik Vaksin


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT