Gubernur Erzaldi : Covid-19 Bukan Penghalang Pembangunan Daerah
TEMPO.CO | 31/12/2020 11:19
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman dalam acara dialog interaktif bersama RRI Babel 
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman dalam acara dialog interaktif bersama RRI Babel 

BELITUNG - Pandemi Covid-19 mengakibatkan pembangunan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengalami perlambatan. Namun, pandemi ini tidak serta merta menjadi penghalang untuk terus membangun. Hal ini ditegaskan Gubernur, Erzaldi Rosman dalam acara dialog interaktif bersama RRI Babel yang disiarkan secara langsung Rabu, 30 Desember 2020 pukul 07.30-09.00 WIB.

Gubernur Erzaldi mengatakan, dampak Covid -19 sangat luar biasa karena hampir semua lini terganggu dan imbasnya pembangunan melambat. Walaupun demikian, pemerintah provinsi telah berupaya semaksimal mungkin agar pembangunan tetap berjalan dengan tetap mengedepankan keselamatan masyarakat. 

"Kita harus bisa bertahan di situasi tidak normal akibat pandemi, masyarakat kita harus sehat dan ekonomi kita pun harus kuat. Didukung dengan sikap dan keinginan untuk menjalankan tatanan protokol kesehatan, itulah kuncinya,” ujarnya. 

Gubernur Erzaldi menyayangkan,  saat ini masyarakat kurang disiplin menjalankan protokol kesehatan. Akibatnya, jumlah pasien terkonfirmasi di Babel mengalami peningkatan, terutama di Kabupaten Bangka, Kota Pangkalpinang, dan Belitung. "Kita semua sudah lelah, para perawat dan dokter kita pun lelah. Tetapi jangan sampai kita menyerah karena kita ingin masyarakat sehat dan pembangunan tetap berjalan,” katanya. 

Gubernur Erzaldi mengatakan dampak Covid -19 di Bangka Belitung telah membuat pertumbuhan ekonomi terkontraksi sebesar 4,8 peren sejak awal Maret 2020. Saat ini pertumbuhan  ekonomi beranjak ke arah yang positif, tetapi tidak signifikan. Salah satunya karena relaksasi pertambangan belum mampu memberikan daya ungkit ekonomi. Untuk itu, Pemprov. Babel juga berupaya meningkatkan perekonomian daerah dari sektor pertanian, perikanan, perkebunan, serta sektor pendukung lainnya.

"Tahun ini sektor pertanian dan perkebunan mulai naik sebesar 2,59 persen. Bisa dilihat dari harga komoditi sawit yang mulai naik pada kisaran Rp 1.500 hingga mendekati Rp 1.800. Begitupun harga lada saat ini mulai beranjak naik. Dan kita juga mengembangkan komoditi lain seperti tanaman porang dan jahe merah,” ujarnya. 

Dalam dialog tersebut, salah satu pendengar RRI, Kasatpol PP Kabupaten Belitung Timur, Zikril berharap, Pemprov Babel segera mengeluarkan peraturan daerah (perda) terkait penanganan Covid -19.

Menurut Gubernur Erzaldi,  perda tersebut sudah dibuat dan ditandatangani olehnya, tinggal menunggu tindak lanjut dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). “InsyaAllah, dalam waktu dekat akan disampaikan ke kabupaten/kota. Diharapkan dengan adanya perda ini nanti masyarakat jadi lebih disiplin,” katanya. 

 Pendengar RRI lainnya Mang Pan, mempertanyakan upaya Pemprov. Babel dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Babel. Gubernur Erzaldi mengatakan, ada beberapa langkah yang dilakukan oleh Pemprov. Babel untuk meningkatkan IPM di era Covid-19."Mulai dari pengembangan sektor pendidikan, perikanan, perkebunan, pertanian, UMKM, hingga hilirisasi pertambangan,” ujarnya. 

Di akhir dialog, Gubernur Erzaldi menyampaikan bahwa Pemprov. Babel terus melakukan peningkatan pelayanan publik agar lebih baik. Ini dibuktikan dengan banyaknya penghargaan yang diterima Pemprov. Babel baik dari pemerintah pusat, lembaga swasta yang sangat independen dan Presiden. “Tahun ini ada  33 penghargaan yang kita dapat, artinya aparatur daerah sudah bekerja sebagai mana mestinya,” katanya.

Memasuki tahun 2021 ini, Gubernur Babel berpesan agar masyarakat dan semua elemen bersinergi menghadapi pandemi Covid-19."InsyaAllah, Bangka Belitung lebih baik lagi, dengan satu sikap jalankan protokol kesehatan sebagai kebutuhan dan masyarakat dihimbau tidak melakukan pesta tahun baru 2021 untuk mencegah penyebaran Covid-19," ujarnya.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT