Luhut soal Infrastruktur Logistik: Mudah Mengkritik, Pelaksanaannya tak Mudah
TEMPO.CO | 29/12/2020 13:50
Melansir situs KPK pada Rabu 22 Juli 2020, Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 1 Mei 2020. Dilihat dari data LHKPN, Luhut memiliki harta kekayaaan mencapai Rp 677.4 miliar. TEMPO/M Taufan Reng
Melansir situs KPK pada Rabu 22 Juli 2020, Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 1 Mei 2020. Dilihat dari data LHKPN, Luhut memiliki harta kekayaaan mencapai Rp 677.4 miliar. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan membeberkan sejumlah capaian pembangunan infrastruktur logistik beberapa tahun terakhir. Menurut dia, sejumlah pembangunan yang bertujuan untuk menekan biaya logistik di Indonesia ini bukanlah pekerjaan yang mudah.

"Mudah mengkritik, tapi pada pelaksanaannya tidak semudah itu melakukannya," kata Luhut dalam acara Kalaeidoskop 2020 pada Selasa, 29 Desember 2020.

Salah satu yang disinggung Luhut adalah pembangunan Tol Laut yang sudah dimulai tahun 2015. Sejak diluncurkan, kata dia, jumlah trayek tol laut sudah meningkat dari 6 menjadi 26 pada 2020 ini.

Lalu, sudah ada juga 100 pelabuhan singgah untuk kapal-kapal tol laut ini. "Tentu kami masih melakukan efisiensi," kata dia.

Tapi, keberadaan tol laut disebut telah menekan disparitas harga bahan kebutuhan pokok antara Indonesia Timur dan Indonesia Barat. Penurunan terjadi bervarisasi, 14,1 persen hingga 17,1 persen.

Selain itu, Luhut juga menyinggung Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat yang sudah diresmikan Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada 2- Desember 2020. Pada tahap pertama, pelabuhan ini baru akan melayani ekspor-impor kendaraan.

Menurut Luhut, keberadaan pelabuhan ini akan mengurangi biaya logistik karena tak lagi bertumpu pada Pelabuhan Tanjung Priuk di Jakarta. Ke depan, kedua pelabuhan pun juga akan diintegrasikan.

Tak hanya itu, Luhut menyebut Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) juga tengah mengkaji 7-8 pelabuhan untuk direct-call internasional. Jika berjalan sesuai rencana, kata Luhut memproyeksikan biaya logistik akan berkurang lagi, 30 sampai 40 persen.

Baca: Hubungan Cina - RI Makin Mesra, Luhut: Terutama untuk Mendukung Pariwisata


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT