Keterisian Ruang Isolasi Pasien Covid-19 Kota Bekasi Sudah Tembus 82 Persen
TEMPO.CO | 28/12/2020 14:17
Pasien OTG Covid-19 bersiap menjalani senam pagi di Rumah Sakit Darurat (RSD) Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, Rabu, 16 Desember 2020. Kegiatan senam dan pemeriksaan kesehatan tersebut rutin dilakukan untuk menjaga dan meningkatkan daya t
Pasien OTG Covid-19 bersiap menjalani senam pagi di Rumah Sakit Darurat (RSD) Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, Rabu, 16 Desember 2020. Kegiatan senam dan pemeriksaan kesehatan tersebut rutin dilakukan untuk menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh pasien yang menjalani isolasi mandiri. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

TEMPO.CO, Bekasi -Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Jawa Barat mencatat okupansi ruang isolasi pasien Covid 19 di wilayahnya mencapai 82 persen, meningkat dibandingkan data sepekan sebelumnya 80,94 persen.

"Tempat tidur kosong sekarang tersedia sebanyak 286," kata Kepala Bidang Pelayanan dan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Bekasi Rina Oktavia di RSD Stadion Patriot, Senin, 28 Desember 2020.

Baca juga : Belum Ada Pemeriksaan Rapid Test Antigen Penumpang di Terminal Kota Bekasi

Menurut dia, jumlah tempat tidur isolasi di seluruh rumah sakit di Kota Bekasi mencapai 1.589, sekarang sudah terpakai 1.303. Rinciannya di RSUD Chasbullah Abdulmadjid sebanyak 150 pasien, RSUD tipe D sebanyak 72 pasien, RSD Stadion Patriot Chandrabaga sebanyak 47 pasien dan seluruh rumah sakit swasta sebanyak 1.034.

"Jika dipresentasekan sebanyak 82 persen," kata Rina.

Dilansir dari situs corona.bekasikota.go.id, jumlah kasus di Kota Bekasi secara kumulatif sudah mencapai 14.888. Dimana 914 diantaranya masih aktif yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit maupun isolasi mandiri di rumah. Adapun pasien sembuh dilaporkan sebanyak 13.731, sedangkan pasien meninggal dunia 243.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, pemerintah teleh membuat peraturan daerah (perda) tentang adaptasi tatanan hidup baru (ATHB) atau adaptasi kebiasaan baru (AKB). Payung hukum ini untuk mengatur masyarakat supaya tertib menjalankan protokol kesehatan yaitu 3 M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak).

"Untuk menekan penyebaran di tahun baru, dilarang menggelar kegiatan yang sifatnya euforia, berkerumun lebih dari lima orang," kata Rahmat.

ADI WARSONO


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT