Jembatan Lengkung Pertama di Indonesia Ditargetkan Beroperasi Maret 2021
TEMPO.CO | 26/12/2020 17:03
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono meninjau lokasi banjir bandang di Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Kamis, 16 Juli 2020. ANTARA/Abriawan Abhe
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono meninjau lokasi banjir bandang di Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Kamis, 16 Juli 2020. ANTARA/Abriawan Abhe

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah menargetkan proyek Jembatan Sei Alalak di Kalimantan Selatan dengan struktur jembatan lengkung yang pertama di Indonesia dapat beroperasi pada Maret 2021 mendatang. Jembatan ini dirancang dengan menggunakan cable-stayed.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono berharap keberadaan jalan nasional dan jembatan dapat mendukung kegiatan ekonomi kawasan dan kesejahteraan masyarakat setempat.

“Keberadaan Jalan Lintas Kalimantan akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi kawasan di sekitarnya di mana jalan tersebut melewati area perkebunan seperti sawit, karet dan pertambangan. Jadi akan mempercepat transportasi logistik,” kata Basuki dalam siaran pers, 25 Desember 2020.

Pernyataan Menteri Basuki ini seiring fungsi jembatan Sei Alalak yang menggantikan Jembatan Kayu Tangi 1. Jembatan lama ini telah berusia sekitar 30 tahun dan menjadi jalur utama akses Kota Banjarmasin dengan berbagai wilayah di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Penggantian jembatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas jaringan jalan di Provinsi Kalimantan Selatan yang berdampak pada meningkatnya pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.Proyek Jembatan Sei Alalak sendiri menggunakan dana dari surat utang berbasis syariah atau dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) tahun 2018 - 2021 senilai Rp 278 miliar. Proyek ini dikerjakan oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk-PT Pandji, KSO dengan skema pekerjaan tahun jamak (multiyears).

Adapun Jembatan Sei Alalak didesain untuk dapat dilintasi kendaraan dengan tonase maksimal 10 ton, lebih kuat dari struktur jembatan lama Kayu Tangi 1 yang berasal dari rangka baja kelas B dengan kemampuan menahan beban kurang dari 8 ton. Selain itu, diperhitungkan kekuatan jembatan ini dengan konstruksi tahan gempa, dan masa layanan hingga 100 tahun.

Lingkup pekerjaan pembangunan jembatan meliputi bentang utama dengan struktur cable - stayed sepanjang130 meter, jembatan pendekat yaitu struktur pileslab 125 meter, dan pekerjaan oprit jembatan dengan panjang 425 meter.

Selama pekerjaan Jembatan Sei Alalak, arus lalu lintas dialihkan ke Jembatan Kayu Tangi 2 dan seiring dengan diselesaikannya pembangunan Jembatan Sei Alalak tersebut, rencanakan juga akan dilakukan penghapusan (demolisi) Jembatan Kayu Tangi 1.

BISNIS

Baca: Pembangunan Jembatan Batam-Bintan senilai Rp 8,6 T Dimulai Awal 2021


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT