Kaleidoskop 2020: Kasus Pembunuhan Terpopuler, Remaja NF, Hingga John Kei
TEMPO.CO | 26/12/2020 07:10
Ilustrasi Perempuan Pembunuh. shutterstock.com
Ilustrasi Perempuan Pembunuh. shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta - Selama 2020, sejumlah kasus pembunuhan di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya menyita perhatian publik. Motifnya beragam, sakit hati hingga gangguan psikologis. Beberapa kasus pembunuhan disertai mutilasi. Berikut kaleidoskop 2020 tentang pembunuhan terpopuler:

  1. Pembunuhan Bocah oleh Remaja NF

NF, remaja perempuan, 14 tahun, membunuh seorang balita APA, 5 tahun di rumahnya, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat pada Kamis 5 Maret 2020. NF mencekik dan menenggelamkan tetangganya ke dalam bak mandi berisi air. Sebelumnya, korban diminta untuk mengambil mainan di bak mandi itu.

Setelah korban tak berdaya, NF memasukkan APA ke ember dan ditutupi sprei. Mayat korban diletakkan bersama tumpukan pakaian kotor. NF sempat berniat membuang mayat korban. Namun karena sudah sore hari, jenazah APA disimpan di lemari kamar. Keesokan harinya, Jumat 6 Maret 2020 sekitar pukul 11.00, pelaku mendatangi Kantor Polsek Metro Taman Sari dan mengakui perbuatannya.

Ia tidak menyesal. "Dia merasa puas," kata Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat saat itu, Komisaris Besar Heru Novianto, Jumat, 6 Maret 2020.

Setelah berlangsung penyidikan, tindakan sadis NF ditengarai karena Post Traumatic Syndrome Disorder (PTSD) dan Extreme Emotional Disorder (EED) yang dialaminya. NF ternyata pernah mengalami kekerasan seksual oleh paman dan kekasihnya hingga hamil. Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menyatakan NF bersalah dan dijatuhi hukuman penjara di Lembaga Penyelenggara Kesejahteraan Sosial (LPSK) Handayani selama dua tahun, dikurangi dengan masa tahanan yang sudah dijalani.

  1. Pembunuhan Anak Buah Nus Kei oleh John Kei Cs

Tidak lama setelah bebas bersyarat, preman kawakan John Refra Kei alias John Kei kembali berurusan dengan polisi. Dia dan kelompoknya terlibat bentrok berujung jatuhnya korban jiwa dengan komplotan pamannya sendiri, Nus Kei.

John Kei Cs menyerang rumah Nus di Cluster Australia Perumahan Green Lake City Cipondoh, Kota Tangerang, pada Ahad, 21 Juni 2020. Di perjalanan, rombongan terlebih dahulu membunuh Yustus Corwing Rahakbau di Jalan Duri Kosambi, Jakarta Barat. Anak buah Nus Kei itu dibacok dan dilindas mobil.

Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya saat itu, Inspektur Jenderal Nana Sudjana mengatakan penyerangan ini didasari rasa sakit hati. John merasa dicurangi Nus dalam pembagian uang hasil penjualan tanah di Ambon.

"Dendam dilandasi tidak adanya penyelesaian, mereka lalu saling mengancam melalui ponsel," ujar Nana, Senin, 22 Juni 2020.

Sebanyak 22 anak buah John Kei telah memasuki proses persidangan di Pengadilan Negeri Tangerang. John Kei dan anak buahnya diancam pasal berlapis, yakni Pasal 88 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) terkait pemufakatan jahat, Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan, Pasal 170 KUHP tentang perusakan, dan Undang-Undang Darurat Nomor 12 tahun 51 tentang kepemilikan senjata api.

  1. Pembunuhan Bos Toko Roti Asal Taiwan

Warga negara Taiwan, bos toko roti bernama Hsu Ming Hu, 57 tahun, dibunuh di rumahnya sendiri di Cluster Carribea, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada 24 Juli 2020. Otak pembunuhan ini adalah pegawai sekaligus kekasih gelap korban, SS, 37 tahun.

Tersangka menyewa pembunuh bayaran untuk menghabisi Hsu yang akan menikahi orang lain. Selain itu, Hsu memaksa tersangka mengugurkan kandungannya, hasil dari hubungan intim mereka.

Tersangka menyewa pembunuh bayaran dan berniat menguasai aset korban yang diatasnamakan SS. Hsu ditikam, mayatnya dibuang ke Sungai Citarum, Subang, Jawa Barat. Pada 27 Juli 2020, jasad Hsu ditemukan warga. Di waktu yang bersamaan, Kedutaan Besar Taiwan mengeluarkan pengumuman kehilangan warga.

"Setelah memeriksa sidik jari, DNA, dan ciri-ciri lainnya terhadap korban, ternyata betul, identik, dia Hsu Ming Hu, WNA Taiwan yang hilang," kata Kapolda Metro Jaya saa itu, Inspektur Jenderal Nana Sudjana.

  1. Penembakan Bos Pelayaran di Kelapa Gading

Bos perusahaan pelayaran PT Dwi Putra Tirta Jaya, Sugianto, 51, tewas ditembak menggunakan senjata api di area kantornya sendiri, Ruko Royal Gading Square, Kelapa Gading, Jakarta Utara pada 13 Agustus 2020. Otak pembunuhan ini adalah karyawan korban, NL (34). Dia mengaku menghabisi bosnya karena sakit hati sering dimarahi dan dilecehkan dengan diajak bersetubuh.

"Diejek perempuan tidak laku," kata Nana Sudjana, Senin, 24 Agustus 2020.

NL ketakutan karena diancam korban akan dilaporkan ke polisi. Sebab, saat menjalani tugasnya sebagai administrasi keuangan sejak tahun 2012, NL kerap menggelapkan uang pajak perusahaan. Perusahaan itu juga telah dikirimi surat oleh Kantor Pajak Jakarta Utara.

Tersangka meminta tolong suami sirinya, R alias MM, 42 tahun, untuk mencari pembunuh bayaran. MM menyampaikan niat istrinya itu ke tujuh temannya yang dulu pernah berguru kepada ayah NL. Mereka setuju membantu dengan alasan solidaritas. Seorang kenalan lainnya, DM, dari Bangka juga diajak dalam rencana pembunuhan ini. Korban dieksekusi dengan ditembak punggung dan kepalanya.

  1. Potongan Tubuh di Kalibata, Dibunuh Kenalan dari Tinder

Warga Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, dihebohkan dengan penemuan potongan tubuh di lantai 16 pada Rabu, 16 September 2020. Dari hasil penyidikan, korban diidentifikasi sebagai Rinaldi Harley Wismanu.

Polisi mengkap sepasang kekasih sebagai tersangka, yakni DAF, 26 tahun, dan LAS, 27 tahun. Korban mengenal LAS dari aplikasi kencan Tinder. Setelah berkomunikasi daring, Rinaldi dan LAS sepakat bertemu di salah satu apartemen di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat. Keduanya menyewa apartemen selama 6 hari, 7-12 september 2020.

Saat keduanya masuk ke apartemen pada 9 September, DAF sudah berada di sana terlebih dahulu, bersembunyi di kamar mandi. Korban dieksekusi DAF setelah ngobrol dan berhubungan badan dengan LAS.

"Setelah korban meninggal dunia, mereka (para tersangka) kebingungan mau diapakan korban ini," ujar Nana Inspektur Jenderal Nana Sudjana, Kamis, 17 September 2020. LAS dan DAF menyeret korban ke dalam kamar mandi.

Korban kemudian dimutilasi dan potongan tubuhnya dipindahkan ke Apartemen Kalibata City. Motif pembunuhan ini adalah untuk menguras rekening korban. Uang itu dibelanjakan untuk membeli emas, sepeda motor, hingga menyewa sebuah rumah di Cimanggis.

  1. Mutilasi oleh Manusia Silver

A, remaja laki-laki 17 tahun ditangkap lantaran membunuh dan memutilasi pria berusia 24 tahun, Dony Saputra. Tersangka sehari-sehari beraktivitas sebagai manusia silver, yakni mengecat tubuhnya dengan warna perak dan berharap diberi uang oleh orang yang ditemui.

Potongan tubuh korban pertama kali ditemukan di pinggir Kali Bumi Satria Kencana (BSK), Jalan KH. Noer Ali, Bekasi, Jawa Barat pada Senin, 7 Desember 2020. Kepada polisi, A mengaku membunuh Donny karena sakit hati.

Korban sering memaksanya untuk berhubungan intim. "Pelaku kesal dengan korban karena dipaksa sodomi berkali-kali oleh korban," ujar Kepala Sub Bagian Humas Polres Metro Bekasi Kota, Komisaris Erna Ruswing dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 9 Desember 2020.

M YUSUF MANURUNG | JULNIS FIRMANSYAH | ADI WARSONO

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT