Arab Saudi Tutup Penerbangan, 252 Jemaah Umrah WNI Masih Tertahan
TEMPO.CO | 24/12/2020 10:47
Umat Muslim menjaga jarak saat melakukan umrah di Masjidil Haram setelah otoritas Saudi meringankan pembatasan untuk mencegah penularan penyakit Covid-19, di kota suci Mekkah, Arab Saudi, Ahad, 1 November 2020. Jemaah umrah dari manca negara kembali diper
Umat Muslim menjaga jarak saat melakukan umrah di Masjidil Haram setelah otoritas Saudi meringankan pembatasan untuk mencegah penularan penyakit Covid-19, di kota suci Mekkah, Arab Saudi, Ahad, 1 November 2020. Jemaah umrah dari manca negara kembali diperbolehkan setelah perbatasan sempat ditutup selama sembilan bulan. Kantor Pers Saudi/Handout via REUTERS

TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 252 jemaah umrah asal Indonesia masih tertahan di Arab Saudi pada Kamis, 24 Desember 2020. Mereka tertahan karena kebijakan pemerintah Arab Saudi yang menutup akses penerbangan pasca adanya penyebaran Covid-19 jenis baru di sejumlah negara Eropa.

"Masih ada 252 orang (yang masih tertahan). Saat ini masih proses negosiasi untuk mencari jalur pulang dari KBRI Riyadh dan KBRI Jeddah," ujar Muhammad Sahrul Murajjab, Fungsi Penerangan, Sosial dan Budaya KBRI Riyadh saat dikonfirmasi, Rabu malam, 23 Desember 2020.

Ia mengatakan penghentian atau penutupan jalur udara sudah diumumkan oleh pemerintah Arab Saudi sejak 21 Desember dini hari. Penutupan tak hanya dilakukan pada jalur udara, namun kedatangan dari jalur darat, laut internasional juga ikut ditutup selama satu minggu.

Sahrul mengatakan aturan ini dapat diperpanjang oleh pemerintah Arab Saudi. Meski begitu, Sahrul menyebut pemerintah Arab Saudi memberikan pengecualian bagi tiga kondisi.

Pertama bagi maskapai asing yang pada saat diumumkannya peraturan yang baru ini mereka sudah ada di wilayah Arab Saudi. Lalu untuk perpindahan arus barang dan pesawat kargo yang berisi pasokan makanan atau kebutuhan lainnya dan yang terakhir bagi kondisi khusus atau evakuasi.

"Karena itu, atas dasar ini pemerintah kita dan perwakilan di Riyadh, Jeddah, kita masih terus berupaya untuk bisa mendapatkan slot penerbangan untuk bisa mengevakuasi WNI yang masih ada di Saudi untuk pulang ke Indonesia," kata Sahrul.

Ia mengatakan sejauh ini KBRI baru berhasil memulangkan satu pesawat Garuda Indonesia sejak penutupan terjadi. Pesawat itu diisi beberapa di antaranya oleh jemaah umrah. Penutupan jalur masuk ini dilakukan pemerintah Arab Saudi untuk menyikapi adanya penyebaran varian baru Covid-19 di beberapa negara di Eropa.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT