Jusuf Kalla Mengajak MUI Terlibat Dalam Perdamaian Afghanistan
TEMPO.CO | 24/12/2020 08:46
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla menjadi inspektur upacara pemakaman Jakob Oetama di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, Kamis, 10 September 2020. Jakob merupakan slaah satu tokoh pers Nasional. Tempo/Nurdiansah
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla menjadi inspektur upacara pemakaman Jakob Oetama di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, Kamis, 10 September 2020. Jakob merupakan slaah satu tokoh pers Nasional. Tempo/Nurdiansah

TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla mengajak ulama-ulama Indonesia untuk terlibat dalam upaya perwujudan perdamaian di Afghanistan. Di sela-sela kunjungannya ke Kabul, Rabu, 23 Desember 2020, pria yang akrab disapa JK ini mengatakan Majelis Ulama Indonesia dapat mengambil peran dengan mengundang tokoh Taliban dan pihak Pemerintah Afghanistan untuk berdialog di Jakarta.

"Mengundang pihak yang berkonflik untuk berdialog di Jakarta, itu salah satu opsi. Kita (Indonesia) akan mengundang melalui Majelis Ulama Indonesia," kata JK dalam keterangan yang diterima di Jakarta.

Jusuf Kalla juga akan segera melaporkan kepada Wapres Ma’ruf Amin terkait rencana perwujudan perdamaian Afghanistan tersebut setibanya di Indonesia. "Bagaimana pun program perdamaian ini adalah gagasan dari Pemerintah Indonesia," tambah Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) itu.

Sebelumnya, Duta Besar RI untuk Afghanistan Arief Rachman mengatakan kedatangan Jusuf Kalla ke Kabul sangat dinantikan pihak Afghanistan untuk dapat memberikan solusi bagi perdamaian di negara Islam tersebut.
"Pihak Afghanistan sangat welcome ke Pak JK dan semoga pelibatan ulama untuk perdamaian dapat menghadirkan damai di Afghanistan," kata Arief Rachman.

Menurut dia, pemerintah Afghanistan percaya bahwa Indonesia bisa menjadi juru damai bagi konflik yang terjadi di negara tersebut. Indonesia dan Afghanistan akan melakukan pendekatan agama dalam penyelesaian konflik dan perdamaian di tengah konflik dengan melibatkan para ulama dalam menyebarkan ajaran Islam wasathiyah.

Sebelum keberangkatannya ke Kabul, Jusuf Kalla telah menemui Wapres Ma’ruf Amin untuk menyampaikan keinginan Pemerintah Afghanistan agar Indonesia menjadi juru damai dalam konflik yang terjadi di negara tersebut. Wapres Ma’ruf Amin pun menyambut baik rencana perdamaian tersebut sebagai salah satu bentuk penguatan kerja sama bilateral antara Indonesia dan Afghanistan.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT