Semangat Dunia Vokasi di Tengah Pandemi
TEMPO.CO | 23/12/2020 12:48
Semangat Dunia Vokasi di Tengah Pandemi
Semangat Dunia Vokasi di Tengah Pandemi

INFO BISNIS -- Pandemi membuat semua orang berusaha adaptif dengan keadaan. Salah satunya proses belajar mengajar daring di dunia vokasi otomotif. Jika di kondisi normal bisa belajar dan praktik langsung di workshop, kini hal itu susah dilakukan. Dunia vokasi butuh cara baru di tengah keterbatasan belajar siswa di masa pandemi.

Kreativitas dalam kegiatan belajar mengajar pun menjadi harapan untuk menjaga semangat dunia pendidikan di masa pandemi. Melalui Kontes Kreativitas Pembelajaran Online dan Vocational Video Challenge, PT Astra Honda Motor (AHM) memberikan apresiasi kepada guru dan siswa yang memberikan energi positifnya di tengah keterbatasan melalui kreasi-kreasi penyampaian materi ajar yang inspiratif.

GM Corporate Communication AHM, Ahmad Muhibbudin mengatakan kreativitas yang dilakukan guru-guru dan para siswa dari SMK yang mengajarkan kurikulum Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM) Astra Honda patut diapresiasi.  “Apresiasi kami berikan pada guru dan juga siswa yang dapat memberikan semangat di masa pandemi ini melalui kreasi belajar mengajar yang menarik. Kami ingin dapat selalu hadir untuk terus memberikan kontribusi positif di dunia vokasi,” ujar Muhibbuddin.

Dilaksanakan pada bulan September – Oktober 2020, Kontes Kreativitas Mengajar Online 2020 diikuti oleh 682 guru SMK yang mengajarkan Kurikulum TBSM Astra Honda. Dalam kompetisi ini, para guru ditantang mempresentasikan secara kreatif dua materi ajar, yaitu materi wajib terkait teknologi Honda PGM-FI dan satu pilihan materi yaitu mengenai alat ukur, sistem bahan bakar, wiring diagram, atau sistem pengereman Combi Brake System (CBS) pada motor skutik Honda. Para peserta diuji oleh juri-juri profesional yang berpengalaman di bidang training pengajar maupun dari segi teknis untuk menilai peserta dari materi ajar yang dibuat, cara membawakan materi, dan kesesuaian materi ajar dengan kurikulum.

Terkait pembelajaran jarak jauh, para guru ditantang untuk menyajikan materi yang menarik, ringkas, dan mudah dipahami siswa dalam proses belajar mengajar yang tidak melibatkan interaksi fisik secara langsung. Gestur, intonasi, dan pemilihan bahasa mengajar yang jelas, lugas, juga menjadi tantangan besar untuk memastikan para siswa memahami dan tetap fokus pada materi pelajaran.

Hasilnya, terpilih tiga guru dengan kreativitas mengajar terbaik. Juara pertama diraih Abdul Maukup guru dari SMK Negeri 2 Kuripan, Nusa Tenggara Barat, juara kedua didapatkan Enggar Bayu Saputra guru dari SMK Negeri 1 Badegan, Jawa Timur, dan juara ketiga adalah Edi Putra Wirawan dari SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta.

Sedangkan pada ajang Vocational Video Challenge 2020, berhasil mengumpulkan 1.203 video dari 682 SMK yang menerapkan kurikulum TBSM Astra Honda di seluruh Indonesia. Kompetisi video berdurasi maksimal 15 menit ini terbagi menjadi tiga tema materi, yaitu penyetelan jarak renggang valve in/out untuk sepeda motor Honda jenis skutik, penggantian brake shoe untuk Honda Revo 110, dan teknologi PGM-FI (reset ECM, TP, dan setting altitude).

Dari ribuan video yang dikirimkan sejak awal Oktober, terpilih 81 karya video siswa yang diunggah ke YouTube dengan tagar #VocationalVideoChallenge sebagai syarat peserta untuk dapat mengikuti seleksi nasional. Apresiasi video kompetisi belajar ini diumumkan ke publik melalui feed Instagram @Sahabat1hati pada 25 November.

Maulana dari SMKN 2 Kuripan, Lombok yang mewakili area NTB, menjadi pemenang pada tema video penyetelan jarak renggang valve in/out untuk motor Honda jenis skutik. Video bertema penggantian brake shoe Honda Revo 110 dimenangkan oleh Bayu Ardika dari SMKN 1 Baso, Sumatera Barat. Sementara itu, video dengan tema teknologi PGM- FI (reset ECM, TP, dan setting altitude) dimenangkan oleh Alfi Nur Mujaddid dari SMKN 2 Kuripan, Lombok, NTB.

Program pengembangan pendidikan vokasi telah dilakukan AHM sejak 2010 dengan mengembangkan dan mengimplementasikan kurikulum TBSM Astra Honda. “Kami akan terus berupaya mendukung dunia vokasi dengan mengembangkan kreativitas serta bimbingan yang sesuai dengan dunia industri,” ujar Muhibbuddin. (*)


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT