Menhub Sebut Tol Laut Harus Masuk ke Sungai-sungai Papua
TEMPO.CO | 15/12/2020 15:46
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengikuti rapat kerja dengan Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu 25 November 2020. memprediksi jumlah penumpang angkutan umum pada libur panjang akhir tahun dalam rangka Natal 2020 dan Tahun Ba
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengikuti rapat kerja dengan Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu 25 November 2020. memprediksi jumlah penumpang angkutan umum pada libur panjang akhir tahun dalam rangka Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 turun sekitar 52 persen dibandingkan pada tahun lalu. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta akses tol laut terus diperluas hingga menjangkau wilayah-wilayah terpencil, terdepan, dan terluar. Menurut Budi Karya, tol laut harus mampu beroperasi masuk ke sungai-sungai di wilayah Papua untuk membuka akses pengantaran barang-barang kebutuhan kepada masyarakat.

“Tol laut juga dapat mendorong hasil bumi dari Indonesia timur berjalan,” tutur Budi Karya dalam peluncuran aplikasi Sitolaut yang ditayangkan melalui Youtube Kementerian Perhubungan, Selasa, 15 Desember 2020.

Perluasan akses tol laut diharapkan dapat menekan disparitas harga barang kebutuhan pokok di wilayah Indonesia timur. Budi Karya mengimbuhkan, tol laut juga dapat mempercepat perputaran barang sehingga komoditas dari Indonesia bagian timur dapat terdistribusi di Pulau Jawa.

Kementerian Perhubungan tengah memperbaiki layanan tol laut dengan menyediakan sistem elektronik berbasis aplikasi yang memudahkan masyarakat melacak keberadaan kapal hingga barang.

Sistem bernama Sitolaut ini merupakan pengembangan dari platform Logistic Communication System atau LCS. Bila LCS sebelumnya hanya dapat diakses melalui situs website, Sitolaut kini tersedia dalam bentuk aplikasi yang bisa diunduh di PlayStore.

Direktur Usaha Angkutan Barang PT Pelni (persero), Masrul Khalimi, mengatakan volume pengiriman barang meningkat pada kuartal terakhir tahun ini. Dia mengklaim realisasi muatan pada delapan trayek tol laut yang dikelola Pelni melonjak hingga rata-rata 150-200 persen dari tahun sebelumnya

Pelni kini mengelola delapan dari total 26 trayek tol laut. “Bisa kami genjot secara signifikan pada trayek T-10 dan T-15,” ujarnya.

Merujuk data tol laut Kementerian Perhubungan sepanjang 2020, trayek distribusi T-10 yang mencakup enam titik persinggahan, termasuk Pelabuhan Pangkal Tanjung Perak di Surabaya, sudah dilintasi 870 kontainer muatan berangkat dan 449 kontainer muatan balik.

Jalur T-15 yang menghubungkan Tanjung Perak dengan Pulau Morotai di Maluku bahkan dilintasi 900 kontainer muatan berangkat, dan 1.124 kontainer muatan balik.

Baca: Anggarkan Rp 398 M, Kemenhub Bangun Pelabuhan Laut Sanur di Bali

FRANCISCA CHRISTY ROSANA | YOHANES PASKALIS


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT