Daya Beli Anjlok, KFC Catat Kerugian Rp 298,33 Miliar pada Kuartal Ketiga 2020
TEMPO.CO | 11/12/2020 06:58
KFC by Twitter
KFC by Twitter

TEMPO.CO, Jakarta - Emiten restoran cepat saji PT Fast Food Indonesia Tbk. (FAST) hingga kuartal ketiga tahun ini membukukan kerugian akibat dari penurunan pendapatan. Dalam laporan keuangan perusahaannya per September 2020, pemegang hak waralaba tunggal untuk merek KFC di Indonesia ini menyebutkan kerugian pada periode berjalan sebesar Rp 298,33 miliar.

Angka tersebut berbanding terbalik dengan posisi keuntungan sebesar Rp 175,7 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kerugian tersebut dipicu oleh koreksi pendapatan sebesar 28,47 persen secara tahunan menjadi hanya Rp 3,59 triliun.

Adapun pendapatan terbesar perseroan hingga akhir kuartal ketiga tahun ini masih dicatatkan oleh penjualan makanan dan minuman kepada pihak ketiga yang berkontribusi sebesar Rp 3,54 triliun. Selain itu pendapatan terbesar berikutnya berasal dari penjualan konsinyasi CD sebesar Rp 41,5 miliar.

Jika dilihat berdasarkan segmen geografisnya, pendapatan perseroan paling banyak berasal dari restaurant support center (RSC) Jakarta yang berkontribusi sebesar Rp 1,28 triliun, diikuti oleh RSC lainnya senilai Rp 1,11 triliun, dan RSC Makassar sebesar Rp 417,35 miliar.

Dalam laporan keuangan perseroan disebutkan penurunan pendapatan diakibatkan oleh melemahnya daya beli pelanggan dan kebijakan publik yang diberlakukan untuk menahan penyebaran Covid-19. Kebijakan publik itu mengakibatkan gangguan operasional dan menyebabkan penurunan penjualan yang tidak diperkirakan sebelumnya.

“Akibatnya, perusahaan mengalami pertumbuhan penjualan yang negatif untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2020 dan mengalami kerugian bersih sebagaimana diungkapkan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain,” tulis manajemen KFC.

Menanggapi kondisi tersebut, perusahaan telah dan akan mengurangi kegiatan pemasaran dan dukungan dana, promosi, pengurangan dan efisiensi biaya. Tingginya tingkat ketidakpastian karena hasil yang tidak terduga dari wabah virus Covid-19 dapat mempersulit untuk memperkirakan dampak keuangan masa depan dari wabah tersebut. 

Namun walau masih mencatat kerugian, KFC masih berencana membuka gerai baru di sejumlah wilayah Indonesia hingga akhir tahun ini. Hal tersebut disampaikan oleh Public Relations KFC Indonesia Ika Diah Rhanny.

“Promo yang menarik pasti tetap ada, apalagi menjelang natal dan tahun baru. 2021 akan ada pembukaan cabang lagi,” kata Ika ketika dihubungi akhir November 2020 lalu.

Optimisme juga disampaikan oleh Direktur Fast Food Indonesia Justinus Dalimin Juwono. Ia yakin pertumbuhan penjualan yang hampir sama dengan capaian pada tahun lalu untuk kinerja pada 2021 bakal tercapai.

Pasalnya, kata Justinus, perseroan meramalkan pemulihan akan mulai terjadi pada awal tahun depan. “Kami membuat rencana pembukaan gerai baru brand store sebanyak 25 gerai, dengan proyeksi penjualan sebanyak Rp 7 triliun, kurang lebih sama dengan tahun 2019,” ucapnya dalam paparan publik virtual, Kamis, 10 Desember 2020.

Keyakinan manajemen didorong oleh sentimen vaksin Covid-19 yang akan segera didistribusikan di Indonesia yang kemungkinan mendongkrak kenaikan penjualan di gerai KFC seluruh Indonesia. Juwono meramal kinerja perseroan hingga akhir tahun ini kemungkinan masih akan merugi.

BISNIS

Baca: KFC Tebar Diskon Lagi, 5 Potong Ayam Dibanderol Rp 40 Ribuan


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT