Kasus Djoko Tjandra Mencuat, Andi Irfan Jaya Sebut Pinangki Terlihat Depresi
TEMPO.CO | 08/12/2020 07:32
Terdakwa perantara suap dari Djoko Tjandra, Andi Irfan Jaya menjadi saksi saat sidang lanjutan Pinangki Sirna Malasari di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin, 30 November 2020. TEMPO/Muhammad Hidayat
Terdakwa perantara suap dari Djoko Tjandra, Andi Irfan Jaya menjadi saksi saat sidang lanjutan Pinangki Sirna Malasari di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin, 30 November 2020. TEMPO/Muhammad Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta - Pengusaha Andi Irfan Jaya mengaku sempat menemui Jaksa Pinangki Sirna Malasari sebelum diperiksa penyidik atas kasus pengurusan fatwa bebas di Mahkamah Agung.

"Waktu itu ramai di media dan saya sudah ada surat panggilan. Karena yang memperkenalkan saya dengan Bu Anita dan Pak Djoko Tjandra adalah Bu Pinangki, saya minta waktu untuk bertemu," kata Andi Irfan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin, 7 Desember 2020.

Andi mengaku dijemput suamiĀ Pinangki dan dibawa ke apartemen. Di sana, ia bertemu Pinangki. Mantan politikus NasDem itu semula ingin menanyakan lebih rinci terkait pertemuan dengan Djoko Tjandra di Kuala Lumpur, pada November 2019.

"Namun sampai sana Bu Pinangki terlihat dalam kondisi depresi. Sehingga, dia lebih banyak tampak stres. Padahal, tadinya saya mau tanya lebih lanjut perkara ini seperti apa," ucapnya.

Andi Irfan dihadirkan sebagai saksi dalam kasus pengurusan fatwa bebas di Mahkamah Agung dengan terdakwa Jaksa Pinangki Sirna Malasari. Ia sebelumnya didakwa membantu Pinangki menerima suap US$ 500 ribu dari Djoko Tjandra.

Jaksa menyebut uang US$ 500 ribu itu diberikan pada Pinangki untuk mengurus fatwa bebas Mahkamah Agung. Duit itu merupakan uang muka dari US$ 10 juta yang dijanjikan oleh Djoko Tjandra. Djoko emoh memberikan duit itu secara langsung kepada PinangkiĀ karena berstatus jaksa. Karena itu, Pinangki kemudian mengajak Andi untuk menjadi perantara.

Jaksa Pinangki menghubungi Andi untuk mengajak pergi ke Kuala Lumpur bertemu Djoko Tjandra pada 22 November 2019. Pada pertemuan yang kemudian berlangsung 25 November 2019, Pinangki mengenalkan Andi sebagai konsultan yang akan meredam pemberitaan media jika Djoko pulang ke tanah air. Di pertemuan itu hadir pula, pengacara Anita Kolopaking.

Setelah pertemuan itu, Djoko Tjandra kemudian menyuruh adiknya Herriyadi Angga Kusuma untuk menyerahkan duit US$ 500 ribu di pusat perbelanjaan, di Jakarta. Uang itu diserahkan lewat Andi Irfan Jaya.

Selain itu, untuk menjamin Djoko Tjandra membayar US$ 10 juta bila skenario fatwa MA berhasil. Pinangki menyuruh Anita Kolopaking membuat surat kuasa menjual aset Djoko Tjandra kepada Andi Irfan Jaya.

FRISKI RIANA


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT