Pilkada 2020 Kediri: Hanindhito Tak Risau Soal Deklarasi Kotak Kosong
TEMPO.CO | 04/12/2020 07:14
Hanindhito Himawan Pramana dan Dewi Maria Ulfa mendaftarkan diri sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Kediri periode 2020-2025 di Gedung Bagawanta kompleks Sekretariat KPUD Kab. Kediri, Jumat 4 September 2020. Foto: Istimewa
Hanindhito Himawan Pramana dan Dewi Maria Ulfa mendaftarkan diri sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Kediri periode 2020-2025 di Gedung Bagawanta kompleks Sekretariat KPUD Kab. Kediri, Jumat 4 September 2020. Foto: Istimewa

TEMPO.CO, Jakarta - Calon Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengaku tidak risau dengan adanya deklarasi kotak kosong yang dilakukan sekelompok orang menjelang Pilkada 2020 Kediri pada 9 Desember.

"Saya tidak tanggapi hal tersebut. Biarkan itu jadi dinamika politik yang ada," kata dia, Kamis malam, 3 Desember 2020. Pihaknya menegaskan terus menyapa warga di Kabupaten Kediri.

Ia memanfaatkan waktu hingga masa kampanye berakhir menjelang waktu pencoblosan Pilkada 2020. Hanindhito mengklaim tingkat pengenalan dengan pasangannya di Pilkada sudah di angka 94 persen. Jumlah itu dari hasil survei internal dan sudah flat tidak bisa bertambah lagi.

"Kalau tingkat pengenalan sudah di angka 94 persen, artinya sudah di angka flat tidak bisa di angka lebih dari itu. Kalau dari angka survei terakhir 81 persen, sisanya ada yang tidak menjawab dan itu cukup tinggi. Ini yang tidak menjawab akan memutuskan jawabannya di TPS," ujar dia.

Di masa tenang mendatang, Dhito yang juga putra dari Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung tersebut berharap mendapatkan yang terbaik. "Jika ditakdirkan ya, 9 Desember saya akan memimpin Kabupaten Kediri. Semua saya kembalikan ke Allah SWT bagaimana keputusannya," tuturnya. 

Puluhan relawan pendukung kotak kosong melakukan aksi di depan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri. Massa menilai KPU tidak netral dalam melakukan sosialisasi kotak kosong kepada masyarakat.

Massa datang membawa berbagai macam poster tuntutan. Mereka meminta adanya keseimbangan fasilitas antara calon kepala daerah tunggal dengan kotak kosong.

"Kami menilai KPU kurang maksimal sosialisasi karena hanya memfasilitasi kampanye calon tunggal. Ini berdampak banyaknya warga Kabupaten Kediri tidak mengetahui boleh memilih bumbung kosong," ujar Koordinator aksi Rahmad Mahmudi.

Sebelumnya, massa sempat deklarasi di kawasan Simpang Lima Gumul (SLG) terkait dengan kotak kosong. Selanjutnya, massa melanjutkan aksi di depan kantor KPU Kabupaten Kediri.

Pilkada 2020 Kabupaten Kediri akan diikuti 1.231.512 orang yang terdaftar sebagai daftar pemilih tetap (DPT). Aspirasi mereka akan disalurkan pada 3.311 TPS yang tersebar di 26 kecamatan. Pilkada ini hanya diikuti calon tunggal yakni calon Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana dengan pasangannya calon Wakil Bupati Dewi Mariya Ulfa. 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT