Satgas Covid-19 Ungkap Kepatuhan Memakai Masker Hanya 59 Persen
TEMPO.CO | 04/12/2020 01:31
Tanggal	2020-07-23
Deskripsi	Wiku Adisasmito merupakan Guru Besar yang mendalami kebijakan kesehatan di bidang sistem kesehatan dan penanggulangan penyakit infeksi. Dia juga mengajar di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia untuk beberapa ma
Tanggal 2020-07-23 Deskripsi Wiku Adisasmito merupakan Guru Besar yang mendalami kebijakan kesehatan di bidang sistem kesehatan dan penanggulangan penyakit infeksi. Dia juga mengajar di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia untuk beberapa mata kuliah sarjana dan pascasarjana terkait analisis dan pembuatan kebijakan kesehatan. Covid19.go.id

TEMPO.CO, Jakarta - Satuan Tugas atau Satgas Penanganan Covid-19 mengungkapkan tingkat kepatuhan masyarakat memakai masker untuk mencegah penyebaran Covid-19 hanya 59,32 persen.

"Sangat disayangkan, bahwa trennya terus memperlihatkan penurunan terkait kepatuhan individu dalam memakai masker, serta menjaga jarak dan menghindari kerumunan," kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito, Kamis, 3 Desember 2020.

Pengumpulan data itu dilakukan pada periode libur panjang 28 Oktober - 1 November 2020. Tren penurunan terpantau terus berlanjut hingga 27 November 2020. "Dimana persentase kepatuhan untuk memakai masker ialah 59,32 persen. Sedangkan untuk menjaga jarak sebesar 43,46 persen," ujar Wiku.

Dari data tersebut, dapat disimpulkan, bahwa liburan panjang merupakan momentum pemicu utama penurunan kepatuhan disiplin protokol kesehatan. Wiku menyebutkan tingkat ketidakpatuhan memakai masker tertinggi ada di restoran dan kedai sebesar 30,8 persen.

Lalu di rumah sebesar 21 persen, tempat olahraga publik 18,8 persen, di jalan umum sebesar 14 persen dan tempat wisata 13,9 persen. "Nyatanya, persentase kepatuhan menjaga jarak juga hanya mampu mencapai 59,20 persen bahkan menurun hingga 42,53 persen," ucap Wiku.

Dari peta zonasi kepatuhan memakai masker dan menjaga jarak di 512 kabupaten/kota, hanya kurang dari 9 persen kabupaten/kota yang patuh dalam memakai masker. Hal yang lebih memprihatinkan, kurang dari 4 persen kabupaten/kota yang patuh dalam menjaga jarak.

"Mengulang kembali hal yang pernah disampaikan beberapa bulan yang lalu, dari hasil studi Yilmazkuday tahun 2020, menyatakan bahwa untuk menurunkan angka kasus positif dan kematian, maka minimal 75 persen populasi harus patuh menggunakan masker," tutur Wiku.

Masalah ketidakpatuhan masyarakat tersebut berdampak pada penambahan jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Bahkan dalam beberapa hari belakangan mencetak rekor-rekor baru dalam hal peningkatan kasus. "Sayangnya, penambahan kasus positif harian terus meningkat bahkan per hari ini menembus lebih dari 8.000 kasus. Ini adalah angka yang sangat besar," ucap Wiku.

Penambahan angka kasus yang cukup besar ini harus diperhatikan karena menandakan laju penularan Covid-19 masih terus meningkat. Masyarakat harus sadar akan dampak dari kelalaian terhadap protokol kesehatan.

"Mohon masyarakat segera sadar, langkah kecilnya untuk mencuci tangan secara teratur, dengan memakai masker yang benar, bahkan upaya kecil untuk berusaha menjaga jarak satu sama lain sangat berdampak bagi kehidupan banyak umat manusia," ungkap Wiku.

Data perkembangan penanganan secara nasional per 3 Desember 2020 menunjukkan ada penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 8.369 kasus. Jumlah kasus aktif berada di angka 77.696 kasus atau 13,9 persen. Sedangkan jumlah kasus sembuh sebanyak 462.553 atau 82,9 persen dan jumlah pasien meninggal 17.355 kasus atau 3,11 persen.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT