Trending Bisnis: Jam Tangan Rolex Edhy Prabowo Hingga Haus! Dapat Pendanaan 30 M
TEMPO.CO | 03/12/2020 06:31
Barang bukti berupa jam tangan Rolex Yacht -Master II dan tas putih bermerek Chanel pada konferensi pers kasus dugaan korupsi ekspor benih lobster di Gedung KPK, Jakarta, Kamis dinihari, 26 November 2020. Arloji mewah yang berlapis emas putih tersebut dip
Barang bukti berupa jam tangan Rolex Yacht -Master II dan tas putih bermerek Chanel pada konferensi pers kasus dugaan korupsi ekspor benih lobster di Gedung KPK, Jakarta, Kamis dinihari, 26 November 2020. Arloji mewah yang berlapis emas putih tersebut diperkirakan harganya di atas Rp 200 juta, berdasarkan harga jual dari sejumlah situs penjual jam tangan. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

TEMPO.CO, Jakarta - Berita terpopuler ekonomi dan bisnis sepanjang hari Rabu, 2 Desember 2020, dimulai dari cerita Ali Mochtar Ngabalin soal Edhy Prabowo dan istrinya sempat mendatangi toko jam mewah sebanyak dua kali selama kunjungan di Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat. 

Selain itu ada juga berita tentang tiga temuan ICW soal dugaan penyelundupan ekspor benih lobster di era Susi Pudjiastuti dan PT Inspirasi Bisnis Nusantara, perusahaan yang bergerak di bidang Food & Beverage dan dikenal dengan brand "Haus!" mendapat pendanaan dari BRI Ventures (BVI) sebesar Rp 30 miliar.  

Ada juga tentang berita Golden Truly menutup gerainya di Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, secara permanen dan pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati soal industri minyak dan gas bumi serta pertambangan menjadi sektor yang paling terpukul di masa pandemi.

Kelima topik tersebut paling banyak menyedot perhatian pembaca di kanal Bisnis Tempo.co. Berikut selengkapnya lima berita bisnis yang trending tersebut:

1. 2 Kali Datangi Toko Jam Rolex di Hawaii, Edhy Prabowo Sempat Tak Jadi Beli

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin, bercerita bahwa Edhy Prabowo dan istrinya, Iis Rosita Dewi, sempat mendatangi toko jam mewah sebanyak dua kali selama kunjungan di Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat. Ngabalin yang ikut dalam rombongan tersebut melihat langsung Edhy dan Rosita berinteraksi di dalam toko.

“Saya memang sekali pernah ikut pada waktu datang ke toko jam. Saya lama berdiri dan duduk di dalam melihat dari jauh,” ujar Ngabalin dalam talkshow Indonesia Lawyer Club atau ILC yang ditayangkan TV One, Selasa petang, 1 Desember 2020.

Di acara talkshow yang membicarakan seputar kasus dugaan ekspor benih lobster itu, Ngabalin menyebutkan pada kali pertama menyambangi toko barang mewah tersebut, Edhy tidak jadi membeli jam. Sebab, ia maupun Iis Rosita tidak mengantongi uang yang cukup.

Baca selengkapnya mengenai ekspor benih lobster di sini.

2. 3 Temuan ICW soal Dugaan Penyelundupan Benih Lobster di Era Susi Pudjiastuti

Peneliti Indonesia Corruption Watch atau ICW, Tama Langkun, mengendus bisnis ilegal pengiriman benih lobster (BBL) pun sudah terjadi meskipun saat ekspor dilarang di era kepemimpinan Susi Pudjiastuti.

Salah satu temuan ICW tersebut didasarkan pada data Badan Pusat Statistik atau BPS. "Kita melihat misalnya data resmi dari BPS, mengatakan pada 2019 pun ketika ekspor lobster dilarang tetap terjadi," ujar Tama dalam webinar bersama Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI), Senin, 30 November 2020.

Data tersebut pun, menurut Tama, menunjukkan adanya nilai ekspor benih lobster 273 kilogram pada 2019. "Meski nilainya kecil, ini fakta ketika dilarang pun ekspor tetap terjadi,” ujar Tama. Selain indikasi penyelundupan, pada 2017 hingga 2019, ia pun menyebut ada indikasi monopoli pada saat itu.

Baca selengkapnya mengenai Susi Pudjiastuti di sini.

3. Resmi jadi Startup, Haus! Dapat Pendanaan Seri A Rp 30 Miliar dari BRI Ventures

PT Inspirasi Bisnis Nusantara, perusahaan yang bergerak di bidang Food & Beverage dan dikenal dengan brand "Haus!" mendapat pendanaan dari BRI Ventures (BVI) melalui Dana Ventura Sembrani Nusantara. Pengembang brand minuman lokal tersebut memperoleh pendanaan seri A senilai US$ 2 miliar atau sekitar Rp 30 miliar.

"Now we can officially call ourself a startup company," kata CEO Haus ! Gufron Syarif seperti yang dia tulis dalam akun instagramnya @gufronsyarif, Rabu, 2 Desember 2020.  

Gufron juga menyebut nama karakter utama di drama korea berjudul Start Up, Nam Do San, dalam postingan di media sosial tersebut. "So Nam Do San, bukan cuma ente aje yg mimpi punya unicorn company, guwe juge," kata Gufron. 

Ketika dikonfirmasi, Gufron membenarkan hal tersebut. "Resminya akan ada rilis."

Baca selengkapnya mengenai startup di sini.

4. Mal Golden Truly di Gunung Sahari Tutup, Pindah ke Shopee dan Tokopedia

Pusat perbelanjaan Golden Truly yang berlokasi di Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, memutuskan tutup. Mal tersebut berhenti beroperasi pada 1 Desember 2020.
“Terima Kasih atas kepercayaan dan kesetiaan terhadap Mall Golden Truly selama hadir di Jalan Gunung Sahari,” tulis manajemen melalui Instagram resmi @goldentruly, Selasa, 1 Desember 2020.

Manajemen mengumumkan, mal akan dikelola oleh pihak lain. Meski menutup gerai fisiknya, Gokden Truly masih akan menjual produk-produk melalui platform daring.
Golden Truly telah bekerja sama dengan dua e-commerce.

“Dan kami akan tetap hadir untuk memenuhi kebutuhan anda dengan menyediakan koleksi terbaru Golden Truly di online shop kami di Tokopedia & Shopee,” tulis manajemen.

Baca selengkapnya mengenai Golden Truly di sini.

5. Sri Mulyani Sebut Sektor Pertambangan Terpukul Sangat Parah karena Pandemi

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan pandemi COVID-19 telah memukul industri pertambangan termasuk minyak dan gas bumi (migas).

"Sektor pertambangan termasuk migas, terpukul sangat parah oleh pandemi COVID-19 ini. Permintaan menurun sangat signifikan secara global. Soal harga minyak, kami juga melihat volatilitas yang dramatis selama pandemi COVID-19," katanya dalam gelaran 2020 International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas (IOG 2020) secara virtual di Jakarta, Rabu 2 Desember 2020. 

Oleh karena itu, Sri Mulyani mengatakan sektor migas di Indonesia memerlukan perhatian besar. Ia mengakui saat menjabat sebagai Menteri Keuangan pada 10-15 tahun lalu, pembahasan penurunan produksi migas pun sudah terjadi.

Baca selengkapnya mengenai Sri Mulyani di sini.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT