Sri Mulyani Prediksi Total Belanja Negara Kuartal IV Rp 798,7 Triliun
TEMPO.CO | 01/12/2020 18:39
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengikuti rapat paripurna ke-2 masa persidangan I tahun sidang 2020-2021 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa, 18 Agustus 2020. Rapat paripurna tersebut beragendakan pandangan fraksi-fraksi atas RUU tentang Penanggung
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengikuti rapat paripurna ke-2 masa persidangan I tahun sidang 2020-2021 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa, 18 Agustus 2020. Rapat paripurna tersebut beragendakan pandangan fraksi-fraksi atas RUU tentang Penanggungjawaban atas Pelaksanaan APBN 2019 yang dilakukan pemerintah. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memprediksi total belanja negara pada kuartal IV mencapai Rp 798,7 triliun sehingga total asumsi penyerapannya untuk 2020 sebesar Rp 2.639,8 triliun atau 96,4 persen dari target Perpres 72 Tahun 2020 Rp 2.739,2 triliun.

“Untuk 2020 ini masih ada Rp 798,7 triliun anggaran APBN yang akan dieksekusi,” kata dia dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa, 1 Desember 2020.

Dia merinci untuk belanja Kementerian/Lembaga (K/L) kuartal IV masih ada Rp 421,2 triliun sehingga secara keseluruhan tahun diperkirakan akan terserap Rp 1.053,4 triliun.

Untuk belanja non K/L masih ada Rp 243,7 triliun pada kuartal IV sehingga secara total keseluruhan tahun akan terserap Rp 823 triliun.

“Belanja K/L dan non-K/L jauh lebih besar dibandingkan 2019 yang menggambarkan memang tahun ini kita melakukan APBN countercyclical ekspansi sangat besar dari belanja,” ujar dia.

Untuk Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) masih ada Rp133,8 triliun pada kuartal IV sehingga secara sepanjang 2020 diproyeksikan akan terserap Rp 763,5 triliun.

Sri Mulyani menyebutkan Transfer Ke Daerah (TKD) pada Oktober Rp 68,2 triliun, November Rp 57,3 triliun dan Desember diperkirakan Rp 8,18 triliun sehingga secara keseluruhan 2020 akan terserap Rp 692,36 triliun atau 99,9 persen dari target Rp 692,73 triliun.

Menurutnya, meskipun pemerintah pusat melakukan transfer ke daerah namun APBD belum tentu mengeksekusinya karena kinerjanya hingga akhir Oktober baru Rp 678 triliun.

“Jadi masih ada lebih dari Rp 400 triliun yang akan dieksekusi pada November dan Desember,” kata dia.

Dia menyebutkan realisasi belanja negara hingga Oktober adalah Rp 2.041,8 triliun atau 74,5 persen dari pagu sehingga berdasarkan asumsi di atas maka penyerapannya untuk November hingga Desember sebesar Rp 598 triliun.

“Masih ada Rp 1.068 triliun apabila APBN dan APBD dieksekusi sesuai rencana. Kita berharap angka lebih dari Rp1.000 triliun untuk kuartal IV bisa tetap menjaga momentum pemulihan ekonomi yang sudah nampak,” kata dia.

Sebagai informasi realisasi belanja negara hingga Oktober 2020 tumbuh 13,6 persen (yoy) yaitu Rp 2.041,8 triliun dari Rp 1.797,7 triliun pada periode sama 2019 atau 74,5 persen dari target Perpres 72/2020 yaitu Rp 2.739,2 triliun.

Realisasi belanja Rp 2.041,8 triliun berasal dari belanja pemerintah pusat Rp 1.343,8 triliun dengan rincian belanja K/L Rp 725,7 triliun dan belanja non K/L terealisasi Rp 618,2 triliun.

Belanja negara juga ditunjang oleh realisasi TKDD Rp 698 triliun atau 91,4 persen dari target Perpres 72/2020 Rp 763,9 triliun dengan rincian TKD Rp 637,5 triliun dan Dana Desa sebesar Rp 60,5 triliun.

ANTARA

Baca juga: Sri Mulyani Sebut Anggaran Pemulihan Ekonomi dan Covid Terealisasi 62,1 Persen


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT