Soal Pengganti Edhy Prabowo, Moeldoko: Tunggu Saatnya
TEMPO.CO | 01/12/2020 16:32
Tersangka Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo berjalan masuk menjalani pemeriksaan perdana di Gedung KPK, Jakarta, Kamis, 26 November 2020.
Edhy ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta seusai lawatan dari Amerika Serikat, pada Rabu dinihari. TEMPO/Muh
Tersangka Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo berjalan masuk menjalani pemeriksaan perdana di Gedung KPK, Jakarta, Kamis, 26 November 2020. Edhy ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta seusai lawatan dari Amerika Serikat, pada Rabu dinihari. TEMPO/Muhammad Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko masih enggan berbicara banyak terkait pengganti Edhy Prabowo yang mundur dari jabatannya sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan. Edhy mundur setelah menjadi tersangka dugaan korupsi benih lobster alias benur.

"Haknya masyarakat untuk berspekulasi. Tapi tunggu saatnya. Jawabannya tunggu saatnya," kata Moeldoko singkat, di Gedung Bina Graha, Jakarta Pusat, Selasa, 1 Desember 2020. Moeldoko enggan berbicara lebih banyak terkait hal ini.

Edhy mundur setelah ia ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu, 25 November 2020 lalu. Istana kemudian menunjuk Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan sebagai menteri pengganti sementara.

Spekulasi muncul terkait nama pengganti permanen Edhy di Kabinet Indonesia Maju. Beberapa yang muncul berasal dari golongan politikus, seperti halnya Edhy, namun ada pula nama-nama profesional.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, menilai penggantian Edhy Prabowo dari jabatan Menteri Kelautan dan Perikanan bahkan bisa menjadi momentum bagi Jokowi untuk merombak kabinetnya.

"Ini bisa menjadi momentum reshuffle. Sekalian saja presiden mengganti menteri-menterinya yang dianggap tidak perform," ujar Adi saat dihubungi Tempo pada Ahad, 29 November 2020.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT