Kecam Kekerasan di Lembantongoa, Menag Desak Polisi Tangkap dan Hukum Pelaku
TEMPO.CO | 28/11/2020 20:31
Menteri Agama Fachrul Razi saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, 18 November 2020. Rapat tersebut membahas penyelenggaraan ibadah dan Umrah di era pandemi Covid-19. TEMPO/M Taufan Rengganis
Menteri Agama Fachrul Razi saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, 18 November 2020. Rapat tersebut membahas penyelenggaraan ibadah dan Umrah di era pandemi Covid-19. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Agama, Fachrul Razi, mengecam terjadinya kekerasan di Desa Lembantongoa, Sulawesi Tengah. Empat warga dalam satu keluarga dibunuh orang tak dikenal. Satu rumah ibadah dan enam rumah warga juga dibakar.

"Saya sampaikan duka mendalam kepada keluarga yang menjadi korban. Saya juga mengecam karena tindakan semacam ini tidak bisa dibenarkan atas alasan apa pun," ujar Fachrul lewat keterangan tertulis pada Sabtu, 28 November 2020.

"Anarkisme dalam bentuk apapun tidak bisa dibenarkan," lanjutnya.

Fachrul berharap dan percaya polisi akan segera mengungkap modus dan pelaku kejahatan ini, serta menangkap dan menindak tegas para pelakunya.

Menag mengaku sudah meminta jajarannya di Kemenag Sulteng untuk berkoordinasi dan bersinergi dengan pihak kepolisian setempat untuk menyelesaikan persoalan ini. Kanwil Kemenag Sulteng juga diminta ikut menenangkan warga agar tidak terprovokasi dan melakukan tindakan yang bertentangan dengan ketentuan hukum.

Kepala Kepolisian Resor Sigi Ajun Komisaris Besar Yoga Proyahutama menduga pelaku adalah kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso. "Terindikasi seperti itu ada kemiripan dari saksi-saksi yang melihat langsung saat kejadian yang kami konfirmasi dengan foto-foto, ada kemiripan," kata Yoga.

DEWI NURITA | FRISKI RIANA


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT