Angka Kesembuhan Pasien Covid-19 di Lebak Membaik, Ini Rinciannya
TEMPO.CO | 28/11/2020 19:35
Ilustrasi perawatan pasien Covid-19. REUTERS
Ilustrasi perawatan pasien Covid-19. REUTERS

TEMPO.CO, Serang -Angka kesembuhan pasien Covid-19 yang positif di Kabupaten Lebak, Banten, sampai dengan Jumat 27 November 2020, mencapai 268 orang dan dilaporkan sebanyak 15 orang meninggal dunia.

"Kami mengapresiasi tingkat kesembuhan pasien Covid-19 cukup baik," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Lebak dr Firman Rahmatullah di Lebak, Sabtu, 28 November 2020.

Baca juga: Wisma Atlet Hari Ini: Pasien Covid-19 Bertambah 190 Orang

Saat ini, jumlah pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh cukup signifikan, yakni 268 orang dari 402 orang terkonfirmasi positif.

Pasien tanpa gejala yang dinyatakan sembuh itu setelah menjalani isolasi di Rumah Sakit Islam Haji Madali Rangkasbitung yang disediakan oleh pemerintah daerah.

Mereka juga pasien yang dirawat di RSUD Banten sebagai rumah sakit rujukan Covid-19. "Semua pasien yang sembuh itu sudah kembali ke rumah masing-masing," katanya menjelaskan.

Pemerintah Kabupaten Lebak sangat komitmen untuk penanganan COVID-19 dengan melakukan pencegahan hingga pengobatan.

Pencegahan dilakukan dengan diterbitkan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 28 tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

Perbup itu memberikan tindakan tegas bagi orang yang melanggar protokol kesehatan dengan dikenakan sanksi denda Rp150 ribu juga pelaku bisnis Rp25 juta.

Selain itu juga penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tahap ketiga hingga berakhir 20 Desember mendatang.

Petugas pengawasan gabungan yang melibatkan Dinas Satpol PP, TNI dan Polri terus menggelar razia masker bagi pengendara roda dua dan roda empat juga membubarkan tempat-tempat kerumunan.

"Tindakan tegas itu agar memberikan efek jera agar masyarakat dapat mentaati protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak fisik dan mencuci tangan," katanya.

Pemerintah Kabupaten Lebak juga memberikan isolasi bagi pasien COVID-19 tanpa gejala dengan menyediakan Rumah Sakit Islam Haji Madali.

Disamping itu juga melaksanakan pemeriksaan tes usap kepada para PNS di lingkungan pemerintah daerah juga berbagai organisasi, termasuk wartawan.

Pemeriksaan tes usap itu guna pelacakan agar Corona tidak menularkan kepada orang lain.

"Jika mereka reaktif hasil tes usap positif COVID-19 maka dilakukan penanganan lanjutan dengan menjalani isolasi dan dirawat di RSUD Banten," katanya menjelaskan.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan hingga Jumat (27/11) tercatat 402 orang terkonfirmasi positif COVID-19 dengan rincian 268 orang dinyatakan sembuh dan 119 orang menjalani isolasi dan dirawat di RSUD Banten serta 15 orang dilaporkan meninggal dunia.

ANTARA


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT