Erick Thohir Sebut Likupang untuk Turis Menengah Cina, Labuan Bajo Tetap Premium
TEMPO.CO | 27/11/2020 14:44
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menghadiri rapat kerja bersama Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 14 September 2020. Rapat kerja tersebut membahas Penyertaan Modal Negara Tahun 2021, Target Deviden BUMN Tahun
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menghadiri rapat kerja bersama Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 14 September 2020. Rapat kerja tersebut membahas Penyertaan Modal Negara Tahun 2021, Target Deviden BUMN Tahun Buku 2020, Pembayaran Hutang Pemerintah Kepada BUMN Tahun 2020 dan Roadmap dan Restrukturisasi. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir memaparkan rancangan pembangunan pariwisata super-prioritas di lima destinasi, yakni Labuan Bajo, Likupang, Borobudur, Mandalika, dan Danau Toba. Masing-masing destinasi, menurut Erick, memiliki pasar berbeda.

“Likupang kami targetkan untuk middle (kelas menengah), banyak wisatawan dari Cina ke sana,” ujar Erick dalam rapat koordinasi pariwisata yang ditayangkan secara virtual, Jumat, 27 November 2020.

Konsep pembangunan pariwisata Likupang akan disesuaikan dengan pasarnya. Destinasi ini memiliki ruang terbuka berupa danau dan pemandangan alam lainnya.

Sedangkan Labuan Bajo, menurut Erick, akan ditetapkan sebagai destinasi wisata ekslusif dengan pembatasan kapasitas pengunjung. Salah satu titik wisata premium yang tengah dikembangkan, selain Pulau Komodo, adalah Tana Mori. Titik ini akan menjadi tempat perhelatan G20 dan ASEAN Summit 2023.

“Kami harapkan Labuan  Bajo memiliki target sendiri,” ucapnya.

Namun, menurut Erick, pemerintah saat ini masih menemui kendala untuk pembangunan infrastruktur dasar, yakni akses dari bandara menuju Tana Mori. Kendala tersebut akan dikoordinasikan bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Seperti Labuan Bajo, Erick memandang pemerintah perlu mengatur ulang kapasitas Candi Borobudur untuk mencegah adanya kerusakan bangunan. Borobudur pun akan difokuskan sebagai lokasi wisata dengan konsep warisan atau heritage.

“Untuk wisata yang masif, nanti akan dibangun juga di dekat Borobudur. Kita mesti berhitung karena target ke depan tidak ingin terlalu banyak turis, tapi berkualitas sehingga impact full,” katanya.

Sementara itu, Danau Toba akan dikhususkan sebagai wisata alam. Pemerintah akan memperlebar akses pariwisata ke destinasi tersebut untuk memudahkan kunjungan. Bandara Internasional Kualanamu, kata Erick, akan menjadi hub penerbangan internasional.

Sedangkan pariwisata Mandalika akan ditujukan bagi pasar olahraga. Tahun depan, Mandalika ditargetkan menjadi lokasi penyelenggaraan ajang motor balap Moto GP.

Baca juga: Erick Thohir Ajak Warga yang Mampu untuk Bayar Vaksin Covid-19

 

FRANCISCA CHRISTY ROSANA


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT