Dijuluki Minister of Everything, Ini Jejak Luhut Isi Kursi Kosong Menteri
TEMPO.CO | 27/11/2020 11:48
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bertemu dengan Presiden AS Donald Trump di White House, Washington DC, AS, Selasa, 17 November 2020. Dalam pertemuan itu Presiden AS didampingi oleh Penasehatnya Jared Kushner da
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bertemu dengan Presiden AS Donald Trump di White House, Washington DC, AS, Selasa, 17 November 2020. Dalam pertemuan itu Presiden AS didampingi oleh Penasehatnya Jared Kushner dan Ivanka Trump serta CEO US IDFC Adam Boehler. maritim.go.id

TEMPO.CO, Jakarta – Jagat media sosial ramai setelah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengisi kursi kosong Menteri Kelautan dan Perikanan. Luhut ditunjuk sebagai Menteri KKP Ad Interim seusai Edhy Prabowo ditetapkan tersangka kasus dugaan suap izin usaha perikanan.

“Menko Luhut telah menerima surat dari Mensesneg yang menyampaikan bahwa berkaitan dengan proses pemeriksaan oleh KPK terhadap Menteri KKP, Presiden berkenan menunjuk Menko Maritim dan Investasi sebagai Menteri KKP ad interim,” tutur Juru Bicara Kemenko Marves, Jodi Mahardi, Rabu, 25 November lalu.

Warganet pun ramai-ramai menjuluki Luhut sebagai “minister of everything” alias menteri segalanya. Seloroh itu mengemuka di media sosial mulai Twitter hingga Instagram.

Selama menjabat sebagai menteri era Kabinet Indonesia Kerja dan Kabinet Indonesia Maju, Luhut memang telah tiga kali mengisi kursi kosong menteri. Pada Agustus 2016 lalu, Luhut didapuk sebagai Pelaksana tugas Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menggantikan Arcandra Tahar.

Arcandra Tahar diberhentikan Presiden Joko Widodo karena polemik status kewarganegaraan. Arcandra memiliki paspor Amerika Serikat sehingga secara otomatis menggugurkan status WNI.

Luhut mengisi jabatan Menteri ESDM sampai 14 Oktober 2016. Presiden kala itu menunjuk Ignasius Jonan sebagai pengganti Arcandra.

Kemudian pada Maret 2020, Luhut menjabat sebagai Menteri Perhubungan Ad Interim. Luhut menggantikan Budi Karya Sumadi yang menderita penyakit Covid-19—penyakit yang muncul akibat infeksi virus corona. Luhut menjalankan tugas rangkap sebagai Menteri Perhubungan selama dua bulan. Ia baru melepas kursi tersebut pada 6 Mei 2020 setelah Budi Karya kembali sehat.

Terakhir pada Rabu, 25 November, Luhut diperintahkan Presiden Jokowi menjabat sebagai Menteri KKP Ad Interim. Belum jelas kapan tugas itu akan berakhir sampai Jokowi menunjuk Menteri KKP yang baru.

Dua hari menjadi Menteri KKP Ad Interim, Luhut telah memanggil pejabat eselon I dan 2 KKP untuk rapat koordinasi. Hari ini, Jumat, 27 November, Luhut juga akan kembali menggelar rapat pimpinan di kantor KKP, Jakarta Pusat. Rapat dilaksanakan pada Jumat siang hingga sore.

Baca: Luhut Panggil 2 Pejabat KKP Usai Edhy Prabowo Jadi Tersangka

FRANCISCA CHRISTY ROSANA


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT