Pemkot Surabaya: UMKM Diberdayakan Produksi APD dan Masker
TEMPO.CO | 25/11/2020 20:00
Sejumlah warga binaan berolahraga di bawah pengawasan sipir berpakaian hazmat dan alat pelindung diri lengkap di Lapas Perempuan Pekanbaru, 1 Oktober 2020. Sebagai langkah antisipasi untuk menekan penyebaran virus, pihak Lapas Perempuan memisahkan napi ya
Sejumlah warga binaan berolahraga di bawah pengawasan sipir berpakaian hazmat dan alat pelindung diri lengkap di Lapas Perempuan Pekanbaru, 1 Oktober 2020. Sebagai langkah antisipasi untuk menekan penyebaran virus, pihak Lapas Perempuan memisahkan napi yang sakit ke enam ruangan terpisah yang kini khusus jadi tempat isolasi mandiri. Di sel berukuran 4 x 5 meter itu setiap napi wajib mengenakan masker dan dipantau kondisi kesehatannya. ANTARA FOTO/FB Anggoro

TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Surabaya, Jawa Timur, diberdayakan membuat alat pelindung diri (APD), masker kain, baju hazmat maupun kebutuhan lainnya, selama pandemi COVID-19. 

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Surabaya Wiwiek Widayati mengatakan pembatasan aktivitas masyarakat karena pandemi, berpengaruh pada aktivitas bisnis masyarakat. "Karena itu, kami berupaya agar pelaku usaha tetap berdaya di masa pandemi ini," katanya, Rabu 25 November 2020.

Tak hanya itu, Wiwiek menuturkan pemkot juga memberdayakan UMKM melalui pemenuhan kebutuhan di masa pandemi. Kata dia, pemkot pun menyediakan ruang bagi pelaku usaha untuk menambah ilmu pengetahuan dan keterampilan mereka. 

"Kami juga menyediakan ruang atau memberikan pelatihan bagi UMKM dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat," ujarnya.

Sementara untuk sarana promosi dan penjualan, kata Wiwiek, pemkot membuka aksesibilitas untuk pemanfaatan marketplace bagi UMKM. Bahkan, lanjut dia, pihaknya juga mendorong dan memperkuat UMKM untuk membidik pasar ekspor.



"Kami juga memfasilitasi dan mengoptimalkan penyediaan sentra atau stan untuk tempat penjualan dan display produk UMKM," katanya.

Meski demikian, kata dia, pelaku usaha tak bisa lepas dari dampak pandemi itu sendiri. Tentunya hal ini berimbas pula pada omzet penjualan produk UMKM.

Untuk itu, Disdag memfasilitasi UMKM untuk berkoordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Surabaya terkait dalam mengusulkan Program Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) dari Pemerintah Pusat.

"Kita juga berkoordinasi dengan OPD terkait lainnya untuk mengusulkan UMKM dalam program BPUM dari Pemerintah Pusat," katanya.

Baca: Jokowi Minta Lapangan Kerja dan UMKM Dapat Perhatian Khusus

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT