Pengelola Hypermart Harap Aktivitas Ekonomi Pulih 80 Persen di Akhir Tahun
TEMPO.CO | 17/11/2020 05:11
8.3_EKBIS_Hypermart
8.3_EKBIS_Hypermart

TEMPO.CO, Jakarta - Emiten ritel pengelola jaringan supermarket Hypermart, Foodmart, Primo, Hyfresh, hingga Smartclub, PT Matahari Putra Prima Tbk. (MPPA), akan tetap mendorong penjualan melalui kerja sama online dan offline untuk memperbaiki kinerja hingga akhir tahun ini.

Head of Corporate Communication Matahari Putra Prima Fernando Repi mengatakan sejak awal tahun perseroan sudah menggalakkan kerja sama dengan berbagai platform mulai dari Grabmart, Shopee, dan lain sebagainya.

Di sisi lain, perseroan juga memfasilitasi aktivitas belanja konsumennya melalui Hypermart Online Chat & Shop, Park & Pick Up untuk bisa mengimbangi kenaikan penjualan pada channel online jelang momentum akhir tahun nanti.

“Kita harapkan nanti channel ini bisa mendorong transaksi kita di akhir tahun nanti,” ungkapnya kepada Bisnis, baru-baru ini.

Di sisi lain, perseroan juga berencana untuk berkolaborasi dengan pemasok barang konsumer ditopang oleh data penjualan yang dimiliki perseroan dan platform daring. Hal ini dinilai perseroan memberikan perspektif baru bagi perseroan untuk melakukan promosi baru pada akhir tahun ini.

“Kita berharap aktivitas ekonomi bisa kembali, meskipun tidak 100 persen, paling tidak [aktivitas ekonomi] bisa kembali 80 persen di akhir tahun,” katanya.

MPPA belum merilis laporan keuangan per September 2020. Namun, berdasarkan laporan keuangan semester pertama 2020, penjualan bersih perseroan hanya sebesar Rp 3,67 triliun, turun 20,88 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Dengan begitu, rugi berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 219,25 miliar, meningkat dibandingkan posisi rugi tahun sebelumnya yakni Rp 186,88 miliar.

BISNIS


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT