Jasa Marga: Jalan Tol Yogyakarta-Bawen Akan Beroperasi Kuartal III 2023
TEMPO.CO | 14/11/2020 20:36
Proyek jalan tol yang dikerjakan oleh tol PT Nusantara Infrastructure Tbk (Perusahaan).
Proyek jalan tol yang dikerjakan oleh tol PT Nusantara Infrastructure Tbk (Perusahaan).

TEMPO.CO, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk mendapatkan konsesi jalan tol baru dengan kepemilikan saham mayoritas setelah ditetapkan sebagai pemenang lelang proyek Jalan Tol Yogyakarta-Bawen. 

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa hadirnya Jalan Tol Yogyakarta-Bawen ini akan mewujudkan jalur segitiga emas yang menghubungkan Jogja-Solo-Semarang (Joglo Semar) dan diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi, khususnya pariwisata.

"Dengan adanya jalan tol ini, maka Joglo Semar akan menjadi satu kawasan yang terintegrasi satu sama lain. Infrastruktur ini akan dihubungkan dengan infrastruktur yang telah dibangun pada periode sebelumnya," ujarnya dalam siaran pers, Sabtu 14 November 2020.

Lelang proyek jalan tol sepanjang 75,82 Km dimenangkan oleh konsorsium Badan Usaha Milik Negara yang terdiri dari Jasa Marga selaku pemegang saham mayoritas sebesar 60 persen, PT Adhi Karya Tbk. sebesar 12,5 persen, PT Waskita Karya sebesar Tbk. 12,5 persen, PT PP Tbk. sebesar 12,5 persen serta PT Brantas Abipraya sebesar 2,5 persen membentuk entitas perusahaan baru bernama PT Jasamarga Jogja Bawen (JJB).

Menurutnya, pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen ini untuk mempercepat waktu tempuh dari dan ke wilayah Semarang dan Yogyakarta.

“Dengan ini, pengunjung (wisatawan) tidak kehabisan waktu di jalan, punya waktu lebih lama di sini dan dampaknya diharapkan aktivitas ekonomi juga meningkat,” kata Basuki.

Direktur Utama PT Jasamarga Jogja Bawen Mirza Nurul Handayani menuturkan dengan adanya Jalan Tol Yogyakarta-Bawen ini, perjalanan dari Semarang menuju Yogyakarta akan menjadi lebih cepat, dari sebelumnya memakan waktu 3 jam menjadi hanya 1,5 jam.

Jika sesuai dengan timeline perencanaan proyek, Jalan Tol Yogyakarta-Bawen ditargetkan untuk mulai memasuki tahap pembangunan konstruksi pada Agustus tahun 2021, dan ditargetkan untuk dapat dioperasikan penuh pada Kuartal III tahun 2023.

“Kita berharap semua tahapan pembangunan proyek berjalan sesuai dengan target. Sesuai yang telah disampaikan Bapak Menteri PUPR sebelumnya, kami akan dukung penuh proses penetapan lokasi (penlok) di bulan ini untuk diserahkan ke Pak Gubernur untuk disetujui," ucapnya.

Selanjutnya, akan dilanjutkan proses pembebasan lahan oleh Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR dan diharapkan jika semuanya sesuai target.

"Kami optimistis akan mulai pembangunan di Agustus tahun 2021 dan beroperasi penuh di Kuartal III tahun 2023,” ujar Mirza.

Jalan Tol Yogyakarta–Bawen memiliki nilai investasi sebesar Rp14,26 triliun dengan masa konsesi selama 40 tahun. Jalan tol ini akan melintasi dua provinsi sekaligus, yaitu Provinsi Jawa Tengah sepanjang 67,05 Km dan Daerah Istimewa Yogyakarta sepanjang 8,77 Km.

Dengan penambahan konsesi Jalan Tol Yogyakarta-Bawen, maka hingga saat ini konsesi Jalan Tol Jasa Marga di seluruh Indonesia mencapai 1.603 Km.

Baca: Jalan Tol Yogyakarta-Bawen sepanjang 75,82 KM, Butuh Investasi Rp 14,2 T


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT